Selain merendam permukiman, banjir dan longsor juga menyebabkan kerusakan infrastruktur, termasuk jalan penghubung antarwilayah yang amblas dan terputus.
“Jalan amblas terputus, terjadi longsoran kembali,” ujar Masinton dalam videonya.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas warga, terutama di wilayah pedesaan yang akses jalannya terbatas.
Sejumlah desa dilaporkan sempat terisolasi sebelum bantuan dan tim penanganan bencana dapat menjangkau lokasi terdampak.
Baca Juga: Jelang Ramadan, Pembangunan Huntara di Sumbar Dipercepat Pemerintah
Warga Kembali Dievakuasi
Masinton memastikan bahwa warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor telah kembali dievakuasi ke tempat-tempat yang dinilai lebih aman.
Sejumlah fasilitas umum seperti gedung olahraga (GOR), sekolah, hingga balai desa kembali difungsikan sebagai lokasi pengungsian sementara.
“Warga yang berada di daerah rawan banjir dan longsor sudah dievakuasi,” jelasnya.
Pemerintah daerah bersama aparat terkait terus melakukan pemantauan kondisi lapangan, sekaligus menyalurkan bantuan logistik bagi para pengungsi.
Namun, tantangan masih besar mengingat cuaca ekstrem diperkirakan masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
Baca Juga: Prabowo di Hadapan Warga NU : Pemberantasan Korupsi Harga Mati
“Cobaan Berat dan Bertubi-tubi”
Menghadapi situasi tersebut, Bupati Tapanuli Tengah menyebut bencana yang kembali melanda wilayahnya sebagai cobaan berat yang datang secara bertubi-tubi.
Meski demikian, ia mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tabah dan saling menguatkan.
“Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa selalu melindungi masyarakat Tapanuli Tengah,” ucap Masinton.
“Kita harus lalui cobaan berat dan bertubi-tubi ini. Saya yakin kita pasti pulih dan bangkit kembali,” tambahnya.