Kehadiran para kiai besar dan ulama di sekelilingnya membuatnya semakin berani dalam mengambil tanggung jawab sebagai pemimpin negara.
“Di tengah-tengah kiai, apalagi ada kiai-kiai besar dan ulama-ulama besar di belakang saya, rasanya saya terus jadi lebih berani untuk berbakti, mengabdi, dan membela rakyat Indonesia seluruhnya,” tegas Prabowo.
Ia menekankan bahwa keberanian seorang pemimpin bukan bersumber dari kekuasaan semata, melainkan dari keikhlasan, doa, dan restu para ulama serta rakyat.
Baca Juga: Prabowo Berjanji Terus Upayakan Penurunan Biaya Haji Jemaah Indonesia
NU Pilar Kebesaran Bangsa
Dalam pidatonya, Prabowo juga memberikan penghormatan mendalam kepada Nahdlatul Ulama yang telah mengabdi selama satu abad bagi bangsa dan negara.
Ia menilai kiprah NU selama 100 tahun menjadi bukti nyata bahwa organisasi tersebut merupakan pilar kebesaran bangsa Indonesia.
Menurut Prabowo, setiap kali Indonesia berada dalam situasi sulit atau bahaya, NU selalu hadir di garda depan untuk menjaga keutuhan negara.
“Seratus tahun pengabdian NU adalah bukti bahwa NU sungguh-sungguh menjadi pilar kebesaran bangsa Indonesia. Setiap negara dalam keadaan bahaya, NU selalu tampil untuk ikut menyelamatkan,” ujarnya.
Jejak Sejarah Perjuangan di Jawa Timur
Prabowo juga mengingatkan kembali bahwa kemerdekaan Indonesia banyak diuji di Jawa Timur, khususnya dalam pertempuran melawan penjajah di Surabaya.
Dalam peristiwa bersejarah tersebut, bangsa Indonesia mampu mempertahankan kemerdekaannya meski harus menghadapi kekuatan negara-negara besar dunia.
Ia menegaskan bahwa dalam perjuangan itu, peran kiai dan ulama sangat besar dalam membakar semangat rakyat untuk tidak tunduk kembali kepada penjajahan.
“Di dalam perjuangan itu ada peran para kiai dan ulama. Perjuangan itu membuktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang tidak mau tunduk lagi kepada siapa pun yang ingin menjajah,” kata Prabowo.
Baca Juga: Warga NU Minta Prabowo Konsisten Perjuangkan Kepentingan Masyarakat Kecil
Lautan Manusia Penuhi Stadion Gajayana
Sejak pagi hari, lautan manusia memenuhi Stadion Gajayana, Malang. Lebih dari 100 ribu warga Nahdlatul Ulama berdiri serempak menyambut kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto dalam peringatan satu abad NU tersebut.
Bahkan, sebagian jamaah diketahui telah datang sejak malam hari demi mendapatkan tempat di dalam stadion.