berita

Prabowo : Pemimpin Harus Merangkul, Bukan Memelihara Kebencian

Selasa, 10 Februari 2026 | 10:48 WIB
Prabowo: Pemimpin Tidak Boleh Punya Rasa Benci dan Dendam Demi Persatuan - WartaPesona.com (timediaindonesiaraya2)

Baca Juga: PBNU Tegaskan Dukungan Keikutsertaan Indonesia di Dewan Perdamaian

Musyawarah dan Persatuan Jadi Jati Diri Bangsa

Dalam pidatonya, Prabowo juga menekankan bahwa musyawarah untuk mufakat adalah jati diri bangsa Indonesia yang harus terus dijaga.

Menurutnya, tradisi tersebut telah lama dipraktikkan oleh NU dalam menjaga harmoni sosial dan kebersamaan di tengah masyarakat.

“NU selalu memberi contoh, NU selalu berusaha menjaga persatuan. Dan memang itulah pelajaran sejarah,” paparnya.

Ia menilai NU memiliki peran strategis dalam merawat nilai-nilai kebangsaan, toleransi, serta Islam yang moderat, sehingga menjadi pilar penting dalam menjaga stabilitas sosial di Indonesia.

Bangsa Kuat Lahir dari Pemimpin yang Rukun

Prabowo kembali mengingatkan bahwa tidak ada bangsa yang kuat dan maju apabila para pemimpinnya terpecah belah.

Kerukunan di kalangan pemimpin, menurutnya, menjadi fondasi utama bagi terwujudnya pemerintahan yang efektif dan berpihak kepada rakyat.

“Tidak ada bangsa yang kuat, tidak ada bangsa yang bisa maju kalau pemimpin-pemimpinnya tidak rukun. Karena itu saya selalu mengajak semua unsur, mari kita bersatu,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa perbedaan pendapat dalam sistem demokrasi adalah hal yang wajar dan bahkan diperlukan.

Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menghilangkan semangat persaudaraan dan kebersamaan sebagai satu bangsa.

“Boleh kita bertanding, boleh kita bersaing, boleh kita berbeda, boleh kita berdebat. Tapi di ujungnya semua pemimpin Indonesia, semua pemimpin masyarakat harus rukun, harus menjaga persatuan dan kesatuan,” ujar Prabowo.

Baca Juga: Kampung Haji Dibangun, Indonesia Catat Sejarah Beli Properti di Mekah dan Madinah

Persatuan Kunci Keadilan dan Kemakmuran

Dalam bagian akhir pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa tujuan besar Indonesia merdeka adalah mewujudkan keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat.

Untuk mencapai cita-cita tersebut, persatuan nasional menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar.

“Bahwa Indonesia yang merdeka harus Indonesia yang adil, harus Indonesia yang makmur. Kita harus bersatu, kita harus bertekad untuk menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia,” katanya.

Halaman:

Tags

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB