Jembatan sederhana itu terbuat dari tali dan papan seadanya, dengan risiko tinggi jika digunakan dalam kondisi hujan atau debit air meningkat.
Kondisi ini menunjukkan bahwa hingga kini, akses darat di wilayah tersebut masih jauh dari kata layak, terutama untuk mobilitas darurat seperti layanan kesehatan dan distribusi bantuan.
Baca Juga: Sherly Annavita Kritik Kondisi Akses di Maluku Utara, Warga Terpaksa Seberangi Sungai Deras
Lima Desa Masih Terisolir Pascabanjir
Sejak banjir bandang dan tanah longsor melanda Kecamatan Linge pada akhir November 2025, sedikitnya lima desa masih berada dalam kondisi terisolir.
Desa-desa tersebut meliputi Linge, Delung Sekinel, Jamat, Reje Payung, dan Kute Reje.
Sekitar 2.000 jiwa yang bermukim di lima desa itu belum dapat beraktivitas secara normal.
Dua akses utama, yakni Jembatan Kala Ilie dan Jembatan Reje Payung, dilaporkan putus total akibat terjangan banjir, sehingga memutus jalur transportasi antarwilayah.
Akibatnya, distribusi bantuan logistik untuk warga terdampak hanya bisa dilakukan dengan cara estafet, melintasi jembatan darurat, atau bahkan melalui jalur udara.
Metode ini tentu memerlukan waktu lebih lama dan tenaga ekstra, baik bagi relawan maupun petugas.
Baca Juga: Tangis Guru di Pidie Jaya Pecah Usai Laptop Berisi Data Sekolah Rusak Diterjang Banjir Bandang
Status Tanggap Darurat Hingga 22 Januari 2026
Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah telah menetapkan status masa tanggap darurat bencana hingga 22 Januari 2026.
Penetapan status tersebut dilakukan guna mempercepat penanganan dampak bencana, termasuk pemulihan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan dasar warga.
Namun, hingga kini, warga berharap adanya percepatan pembangunan jembatan sementara maupun permanen agar akses ke desa-desa terisolir dapat segera terbuka.
Bagi para nakes dan relawan, pemulihan akses ini menjadi kunci utama agar pelayanan kesehatan dan bantuan kemanusiaan dapat berjalan lebih aman dan optimal.
Perjuangan para nakes di Kecamatan Linge pun menjadi potret nyata bahwa di balik angka dan laporan bencana,