berita

Pascabanjir Sumatera, Mendagri Tekankan Percepatan Pembersihan Lumpur Jelang Ramadan

Senin, 12 Januari 2026 | 15:40 WIB
Lumpur Banjir Masih jadi PR Besar, Mendagri Minta Pembersihan Digenjot Sebelum Ramadan - WartaPesona.com (Portibi News)

Baca Juga: Fenomena Sinkhole di Sumbar Jadi Sorotan, Air Jernih dari Lubang Ambles Picu Rasa Penasaran Warga

Dikebut Sebelum Ramadan

Tito menilai, momentum setelah Nataru dan sebelum Ramadan harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mempercepat pembersihan lumpur.

Faktor stamina dan kondisi fisik petugas menjadi salah satu pertimbangan utama.

“Sekarang Nataru sudah selesai, mumpung sebelum Ramadan. Kalau sudah Ramadan, kerja fisik tentu lebih berat. Jadi periode ini harus benar-benar digenjot,” tegas Tito.

Ia menambahkan, waktu yang tersisa sebelum Ramadan seharusnya cukup untuk membersihkan wilayah-wilayah terdampak paling parah, asalkan jumlah personel di lapangan memadai.

“Nataru selesai, Ramadan belum masuk, ini waktu yang pas. Kita genjot,” imbuhnya.

Baca Juga: Tali Jembatan Darurat di Desa Reje Payung Aceh Tengah Putus, Relawan Sempat Terjatuh Saat Salurkan Bantuan

Minta 10 Ribu Personel TNI

Selain meminta tambahan personel Polri, Tito juga menyampaikan permintaan langsung kepada Panglima TNI untuk mengerahkan lebih banyak prajurit membantu proses pembersihan.

“Saya juga minta ke Pak Maruli, kira-kira bisa tidak 10.000 personel. Karena kalau cuma 1.000 saja, tenggelam dengan luas wilayah dan lumpur sebanyak ini,” ujarnya.

Menurut Tito, keterlibatan TNI dan Polri sangat penting, mengingat pembersihan lumpur membutuhkan tenaga besar, alat berat, serta koordinasi lintas sektor.

Sedimentasi Sungai Jadi Sorotan

Tak hanya permukiman warga, Mendagri juga menyoroti serius persoalan sedimentasi sungai pascabanjir.

Ia menyebut, banyak sungai kecil hingga sungai besar di Sumatera kini mengalami pendangkalan akibat tumpukan lumpur dan material longsoran.

“Setelah pembersihan permukiman, harus langsung paralel ke sungai. Sungai-sungai kecil itu bermuara ke sungai besar seperti Sungai Tamiang,” jelas Tito.

Ia menggambarkan kondisi muara sungai yang dipenuhi sedimen sehingga aliran air ke laut terhambat.

“Muara sungainya sudah seperti tertutup. Sedimennya luar biasa banyak, memblok aliran air dari sungai ke laut,” terangnya.

Halaman:

Tags

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB