berita

Pascabanjir Sumatera, Mendagri Tekankan Percepatan Pembersihan Lumpur Jelang Ramadan

Senin, 12 Januari 2026 | 15:40 WIB
Lumpur Banjir Masih jadi PR Besar, Mendagri Minta Pembersihan Digenjot Sebelum Ramadan - WartaPesona.com (Portibi News)

WartaPesona.com – Proses penanganan lumpur sisa banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatera hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi pemerintah pusat dan daerah.

Bencana yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir tidak hanya merusak rumah warga dan infrastruktur,

tetapi juga meninggalkan endapan lumpur tebal di permukiman, fasilitas umum, hingga aliran sungai yang berpotensi memicu bencana susulan.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan bahwa percepatan pembersihan lumpur harus menjadi prioritas utama, terutama menjelang bulan suci Ramadan 2026.

Ia pun secara langsung meminta dukungan tambahan personel dari TNI dan Polri agar proses pemulihan tidak berjalan lambat.

Permintaan tersebut disampaikan Tito dalam rapat koordinasi penanganan bencana banjir bersama DPR, pemerintah daerah,

serta sejumlah kementerian dan lembaga terkait yang digelar di Banda Aceh, Aceh, pada Sabtu, 10 Januari 2026.

Baca Juga: Rumah Hancur Diterjang Banjir, Anak-Anak Pedalaman Aceh Utara Tetap Ceria Saat Dapat Kasur Bantuan

Fokus Bersihkan Permukiman dan Sungai

Dalam rapat tersebut, Tito menekankan bahwa pembersihan lumpur tidak boleh hanya terpusat di area permukiman warga, tetapi juga harus menyasar sedimentasi di sungai-sungai yang terdampak banjir.

Menurutnya, lumpur dan sedimen yang menumpuk di sungai justru menyimpan potensi bahaya yang lebih besar jika tidak segera ditangani.

“Kekuatan yang ada menurut pendapat saya perlu ditambah dengan bantuan BKO dari TNI dan Polri,” ujar Tito.

Ia mengungkapkan, sebelumnya pihak kepolisian telah menurunkan sekitar 1.000 personel tambahan menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Namun, jumlah tersebut dinilai masih belum mencukupi untuk menangani skala kerusakan dan lumpur yang tersebar luas.

“Saya waktu di Hambalang sudah sampaikan ke Pak Kapolri, kira-kira bisa tidak ditambah sampai 5.000 personel lagi. Kemarin beliau menambah 1.000 sebelum Nataru karena fokus pengamanan,” jelasnya.

Halaman:

Tags

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB