Baca Juga: Rumah Hancur Diterjang Banjir, Anak-Anak Pedalaman Aceh Utara Tetap Ceria Saat Dapat Kasur Bantuan
Bantahan : Air Sinkhole Bukan untuk Pengobatan
Di tengah ramainya kepercayaan masyarakat, pihak Linmas Nagari Situjuah Batua memberikan klarifikasi sekaligus imbauan agar warga tidak salah paham terkait fungsi air dari sinkhole tersebut.
Melalui unggahan akun Instagram @pdg24jam, seorang anggota Linmas menegaskan bahwa air tersebut hanyalah air biasa dan tidak memiliki khasiat pengobatan.
“Untuk masyarakat yang datang beramai-ramai melihat telaga biru (sinkhole), banyak yang datang untuk mengambil air untuk obat segala macam. Itu hanya air biasa, tidak untuk obat,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar masyarakat tidak membangun persepsi yang keliru dan tetap mengutamakan keselamatan saat berada di sekitar lokasi sinkhole.
“Jangan sampai gagal paham masyarakat yang datang hanya karena informasi yang tidak jelas,” imbuhnya.
Badan Geologi Turun Tangan
Pemerintah daerah bersama instansi terkait pun bergerak cepat menyikapi fenomena ini.
Pada Jumat pagi, 9 Januari 2026, tim dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan pengukuran dan pengecekan langsung di lokasi sinkhole.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota mencatat sinkhole tersebut memiliki panjang sekitar 10 meter, lebar 7 meter, dan kedalaman mencapai 5,7 meter.
Hasil kajian lebih lanjut masih dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti amblesnya tanah dan potensi risiko lanjutan, termasuk kemungkinan terjadinya longsor susulan di area sekitar.
Baca Juga: Air Minum Langka di Area Kota Aceh Tamiang, Warga : Mau Beli Susah, Bantuan Juga Minim
Jadi Destinasi Wisata Dadakan
Meski telah dipasangi garis polisi sebagai langkah antisipasi keselamatan, antusiasme warga untuk melihat langsung sinkhole tak kunjung surut.
Warga terlihat berdiri di pematang sawah dari jarak relatif dekat demi menyaksikan warna biru air di dasar lubang.
Bahkan, dari sejumlah unggahan di media sosial, tampak pedagang kaki lima mulai menjajakan makanan dan minuman di tepi jalan sekitar lokasi.