berita

Aditya Zoni Buka Dugaan Intimidasi terhadap Ammar Zoni di Rutan, Sebut Kakaknya Dipaksa Akui Edarkan Sabu

Rabu, 7 Januari 2026 | 11:37 WIB
Aditya Zoni Bongkar soal Dugaan Ammar Zoni Diintimidasi Petugas Rutan, Ungkap Kakaknya Dipaksa Ngaku Edarkan Narkoba - WartaPesona.com (Panjinasional.net)

WartaPesona.com – Terdakwa kasus dugaan peredaran narkotika di dalam rumah tahanan (rutan), Ammar Zoni, mengungkapkan pengakuan mengejutkan terkait proses hukum yang dijalaninya.

Aktor tersebut mengaku mengalami kekerasan fisik berupa pemukulan hingga penyetruman agar mau mengakui perbuatan mengedarkan sabu seberat 100 gram di Rutan Salemba, Jakarta Pusat.

Pengakuan itu disampaikan Ammar Zoni secara terbuka dalam sidang pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis, 18 Desember 2025.

Pernyataan tersebut sontak menyita perhatian publik, terlebih setelah potongan sidang itu ramai dibagikan ulang di media sosial.

Terkini, pernyataan Ammar kembali menjadi perbincangan hangat setelah sang adik, Aditya Zoni, angkat bicara dan mengungkap sejumlah kejanggalan yang menurutnya terjadi sejak awal proses hukum kakaknya.

Baca Juga: AS Tuduh Nicolas Maduro Terlibat Narkotika Internasional, Istana Presiden Venezuela Bereaksi Keras

Aditya Zoni Soroti Banyak Kejanggalan

Dalam siniar YouTube milik Deddy Corbuzier yang tayang pada Selasa, 6 Januari 2026, Aditya Zoni menuturkan bahwa ia sejak awal mencium adanya kejanggalan dalam penanganan perkara yang menjerat Ammar Zoni.

“Saya sebagai adiknya, melihat dari awal banyak banget kejanggalan,” ujar Aditya.

Ia meyakini kesaksian yang disampaikan Ammar di persidangan bukanlah kebohongan, mengingat pernyataan tersebut disampaikan secara terbuka di hadapan majelis hakim dan memiliki konsekuensi hukum yang besar.

“Saya percaya (kesaksian Ammar Zoni). Bang Ammar sampai berani bilang di persidangan untuk memperlihatkan CCTV. Itu bukan hal main-main,” tegasnya.

Menurut Aditya, langkah Ammar meminta rekaman CCTV dihadirkan justru menunjukkan keyakinannya bahwa kekerasan memang terjadi selama proses interogasi.

Baca Juga: Ferry Irwandi : Pendidikan Berkualitas Melahirkan Individu yang Berdampak bagi Lingkungan Sekitar

Risiko Hukum yang Besar

Aditya juga menekankan bahwa pengakuan soal dugaan penyiksaan tersebut bukan tanpa risiko.

Ia menyebut, pernyataan itu justru bisa memperburuk posisi hukum Ammar apabila tidak dapat dibuktikan.

Halaman:

Tags

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB