WartaPesona.com – Kalangan wartawan dari berbagai latar belakang liputan dan media di Indonesia sepakat membentuk sebuah wadah organisasi bernama Himpunan Wartawan Ekonomi Indonesia (HIWAMI). Organisasi ini diharapkan menjadi ruang berhimpun bagi jurnalis yang memiliki perhatian terhadap isu ekonomi, bisnis, dan pembangunan nasional.
Pembentukan HIWAMI bertujuan melahirkan entitas baru organisasi kewartawanan yang tidak hanya fokus pada penguatan kapasitas jurnalistik di bidang ekonomi, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata atau “berkat” bagi para anggotanya.
Dalam kiprahnya, HIWAMI menetapkan agenda utama berupa diskusi rutin bulanan yang akan mengangkat berbagai isu ekonomi dan pembangunan terkini. Diskusi tersebut akan menghadirkan narasumber dari kalangan tokoh, pelaku usaha, dan figur yang memiliki peran langsung dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Hari Pertama Sekolah di Aceh Tamiang, Anak-Anak Tetap Antusias Meski Belum Pakai Seragam
Para narasumber yang dihadirkan diharapkan tidak hanya membagikan pengalaman dan pemikiran strategis, tetapi juga mampu memberikan inspirasi kepemimpinan dan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi nasional.
Selain agenda diskusi bulanan, HIWAMI juga merancang berbagai program kerja sama dengan korporasi dan pihak terkait lainnya. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah dan manfaat langsung bagi para anggota organisasi.
Untuk mempercepat efektivitas organisasi, kepengurusan HIWAMI akan segera dibentuk. Struktur organisasi direncanakan terdiri dari Dewan Pembina, Dewan Penasihat, Koordinator, Sekretaris, Bendahara, serta Pengurus Daerah di berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga: Viral Biaya Sumur Bor Rp150 Juta, Warga Aceh Timur Ungkap Fakta Pembuatan Cuma Rp15 Juta
Bagi wartawan atau jurnalis yang berminat bergabung sebagai anggota HIWAMI, dapat menghubungi nomor WhatsApp 0812-9335-6622 atau 0815-8615-5334, melalui Krista Riyanto,
Inisiator Himpunan Wartawan Ekonomi Indonesia.
HIWAMI diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi yang inklusif, profesional, serta berkontribusi positif bagi perkembangan jurnalisme ekonomi dan pembangunan di Indonesia.***