berita

Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo, Kemenpar Turun Tangan Lakukan Pendampingan Intensif dan Koordinasi Internasional

Selasa, 30 Desember 2025 | 23:36 WIB
Tim SAR Komodo Labuan Bajo melakukan operasi pencarian korban kapal wisata phinisi yang tenggelam di perairan Selat Padar, Nusa Tenggara Timur - WartaPesona.com (Kemenpar)

WartaPesona.com – Kementerian Pariwisata (Kemenpar RI) memastikan pendampingan menyeluruh serta koordinasi lintas sektor terus dilakukan pasca insiden tenggelamnya kapal wisata phinisi di perairan Selat Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat, 26 Desember 2025.

Pemerintah menyampaikan rasa prihatin dan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa wisatawan dan awak kapal dalam kejadian tersebut.

Sejak menerima laporan awal insiden kapal tenggelam, Kemenpar bergerak cepat dengan menjalin komunikasi intensif bersama Kementerian Perhubungan, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Kementerian Luar Negeri, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), otoritas kesyahbandaran, pemerintah daerah setempat, serta Kedutaan Besar Kerajaan Spanyol di Jakarta.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses pencarian, penyelamatan, serta penanganan pasca kejadian berjalan optimal dan terkoordinasi.

Baca Juga: Usai Insiden Kapal Karam Keluarga Pelatih Valencia, Pelayaran ke Pulau Komodo Dihentikan Sementara

Insiden terjadi saat Kapal Phinisi Putri Sakina dilaporkan tenggelam setelah diduga dihantam gelombang setinggi sekitar dua meter yang menyebabkan mesin kapal mati. Dari peristiwa tersebut, tujuh penumpang dan awak kapal berhasil diselamatkan.

Namun hingga saat ini, empat wisatawan warga negara Spanyol masih dinyatakan hilang dan diduga terjebak di dalam kamar kapal. Keempat korban tersebut diketahui adalah Fernando Martin Careras, pelatih tim sepak bola wanita Valencia CF, bersama tiga orang anaknya.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa pihaknya terus mengambil langkah aktif untuk memastikan seluruh proses penanganan berjalan sesuai prosedur.

Kemenpar telah mengirimkan Staf Ahli Menteri serta pejabat dari BPOLBF ke lokasi kejadian guna memantau langsung dan berkoordinasi dengan operasi pencarian dan penyelamatan yang dipimpin Basarnas.

Baca Juga: Jarang Diangkat Media, Begini Wajah Indonesia yang Sesungguhnya!

“Kami memastikan kehadiran pemerintah di lapangan melalui koordinasi yang intensif. Fokus utama saat ini adalah mendukung upaya pencarian korban serta memberikan pendampingan yang dibutuhkan,” ujar Menteri Widiyanti, seperti dikutip dari laman Kemenpar.go.id.

Di tingkat internasional, Kemenpar juga menjalin komunikasi resmi dengan Kedutaan Besar Spanyol di Jakarta.

Pemerintah Indonesia menyampaikan empati dan duka cita kepada keluarga korban sekaligus menawarkan dukungan penuh dalam penanganan pasca insiden.

Pemerintah Spanyol pun menyampaikan apresiasi atas respons cepat dan profesional dari tim penyelamat Indonesia.

Halaman:

Tags

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB