Jembatan rusak : 28 titik
Jalan rusak : 21 titik
Tempat ibadah rusak : 27 unit
Fasilitas pendidikan terdampak : 114 sekolah
Irigasi rusak : 78 lokasi
Hewan ternak terdampak : 5.481 ekor
Lahan pertanian rusak : 2.044,84 hektare
Kerusakan ini berdampak langsung pada aktivitas ekonomi warga, khususnya sektor pertanian dan peternakan yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat setempat.
BNPB Bangun Hunian Sementara (Huntara)
Sebagai bagian dari penanganan pascabencana, BNPB mencatat kebutuhan hunian sementara (huntara) di lima kecamatan terdampak.
Salah satu lokasi utama pembangunan huntara berada di SDN 05 Kayu Pasak, Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.
Huntara tersebut dirancang untuk menampung 117 kepala keluarga (KK) dalam 24 barak, dengan target penyelesaian pada 2 Januari 2026.
Namun hingga saat ini, progres pembangunan baru mencapai sekitar 4 persen.
Pembangunan huntara melibatkan personel gabungan dari TNI, BPBD, Dinas PUPR Kabupaten Agam, dan BNPB, dengan dukungan sejumlah alat berat di lokasi.
Baca Juga: Keceriaan Kecil di Tengah Bencana, Bocah Pengungsi Aceh Tamiang Bersorak Terima Pakaian
Pengerahan Alat Berat dan Kendala Lapangan
BNPB telah mengerahkan 60 unit alat berat untuk mendukung penanganan darurat dan pemulihan, terdiri dari :