Bingung Biayai Sekolah Anak
Dengan nada penuh kecemasan, pria tersebut mengaku kebingungan memikirkan masa depan anak-anaknya.
Tanpa pemasukan dan tanpa tabungan yang tersisa, ia merasa tidak lagi mampu membiayai pendidikan mereka.
“Untuk ke depannya, untuk bayar sekolah anak saya sudah tak sanggup lagi,” katanya dengan suara terbata.
Bagi seorang ayah, ketidakmampuan memenuhi kebutuhan pendidikan anak menjadi beban mental yang berat.
Ia mengaku tak tahu harus memulai dari mana, sementara kebutuhan hidup terus berjalan.
Baca Juga: Ferry Irwandi Ungkap Keteguhan Warga Aceh Tengah, Panen Cabe Jadi Penggerak Ekonomi
Bertahan dengan Harapan Bantuan
Kini, satu-satunya harapan keluarga itu adalah bantuan dari para relawan dan dermawan yang datang ke Desa Juara.
Tanpa penghasilan, mereka hanya bisa mengandalkan bantuan logistik untuk bertahan hidup.
Dengan penuh kerendahan hati, pria tersebut menyampaikan permohonan bantuan agar keluarganya bisa melewati masa-masa sulit ini.
“Kami mohon para relawan, bantu kami,” ucapnya penuh harap.
Namun, di tengah keterbatasan, permintaan yang ia sampaikan sangatlah sederhana. Ia tidak menuntut banyak hal, tidak pula berharap kemewahan.
Baginya, bisa makan hari ini saja sudah menjadi nikmat yang patut disyukuri.
“Kami tidak mengharapkan lebih, kami bisa dapat makan, Alhamdulillah,” pungkasnya.
Baca Juga: Tiga Pekan Tanpa Listrik Berakhir, Ibu-ibu Aceh Tengah Sambut Nyala Genset dengan Sorak Haru
Luka Pascabencana yang Masih Menganga
Kisah dari Desa Juara ini menjadi gambaran nyata dampak banjir yang tak berhenti saat air surut.