Prasetyo menjelaskan bahwa korban berada di lantai 5 saat kebakaran terjadi. Ketika asap mulai memenuhi lantai bawah, korban sempat mencoba turun, namun terpaksa kembali naik karena kondisi semakin berbahaya.
“Mau turun ke lantai 1 karena api sudah berasap, tapi balik lagi ke lantai 5 dan terjebak di situ,” tuturnya.
Menurutnya, korban kemungkinan meninggal karena kehabisan oksigen. “Kondisinya masih utuh. Mungkin karena (kehabisan) oksigen.”
Harapan Kelahiran yang Pupus
Kehamilan korban yang memasuki usia tua membuat duka semakin terasa berat bagi keluarga. Suami korban disebut sudah berada di posko DVI sejak awal, berharap istrinya ditemukan selamat. Namun kenyataan berkata lain.
Saat menerima kabar duka, dirinya langsung menangis dan harus dipapah pihak keluarga yang berusaha menenangkannya.
“Dia terpukul sekali, namanya juga istri lagi hamil tua. Nunggu anak pertama,” kata Prasetyo.
Rencana Pemakaman di Lampung
Korban rencananya akan dimakamkan di Lampung, kampung halaman pihak keluarga. Sanak saudara dari Lampung disebut sedang dalam perjalanan menuju Jakarta saat kabar itu disampaikan.
“Yang keluarga dari Lampung sedang OTW ke sini. Rencana mau dimakamkan di Lampung,” lanjut Prasetyo.
Tragedi yang Membekas
Hingga kini, publik masih terus mengirimkan doa dan dukungan untuk keluarga para korban. Kisah suami yang kehilangan istri sekaligus calon buah hatinya menjadi salah satu potret paling memilukan dari insiden kebakaran Gedung Terra Drone, sebuah tragedi yang tidak hanya menghilangkan nyawa, tetapi juga masa depan sebuah keluarga kecil yang tengah menanti kebahagiaan baru. *****