Salah satu wilayah yang paling memerlukan evakuasi udara adalah Kabupaten Agam di Sumatera Barat, yang mengalami kerusakan parah dan banyak korban luka berat yang belum mendapat layanan medis selama berhari-hari.
“Rata-rata kondisi korban yang ada di daerah terisolasi ini ada beberapa bahkan banyak luka patah terbuka yang sebenarnya sudah lebih dari lima hari belum mendapatkan sentuhan medis,” kata Syafii.
Rangkaian Bencana Picu Kesulitan Penanganan
Syafii menjelaskan bahwa bencana kali ini sangat kompleks karena datang beruntun: banjir, banjir bandang, lumpur tebal, dan longsor besar.
Kombinasi ini memperlambat mobilisasi tim SAR dan memperluas area pencarian.
Meski begitu, Basarnas menegaskan bahwa seluruh satuan SAR dari berbagai daerah telah diperbantukan untuk memperkuat operasi pencarian baik melalui jalur darat, air, maupun udara.
Dengan meningkatnya jumlah korban dan masih banyaknya wilayah terisolasi, pemerintah pusat menekankan pentingnya koordinasi terpadu lintas lembaga.
Penanganan darurat dipastikan terus dipercepat untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan secepat mungkin. *****
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Picu Bencana Beruntun, Pemerintah Kirim Logistik Besar hingga Teknologi Pemantauan