Baca Juga: Tim SAR Kerahkan Personel Tambahan di Agam : Fokus pada Evakuasi, Pencarian, dan Pemulihan Cepat
“Tolong ini betul-betul, jangan anggap masyarakat kalau sudah di tenda, dikasih makan minum, ada MCK aja udah selesai. Manusia Indonesia kalau lama-lama di tenda seperti itu ya pasti tidak akan tahan,” tegasnya.
BNPB mendorong percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) atau solusi transisi lainnya untuk mencegah penumpukan masalah kesehatan, sanitasi, dan psikologis di barak-barak pengungsian.
Minta Pemda Tingkatkan Percepatan Penanganan
Menutup kunjungannya, Suharyanto meminta Bupati Tapsel dan seluruh unsur pemerintah daerah mempercepat berbagai langkah pemulihan.
“Tolong ini langkah-langkahnya harus lebih cepat. Yang pertama tadi, pengungsian saya mohon jangan lama di tenda,” ujarnya.
Ia menyebut bahwa percepatan penanganan adalah satu-satunya opsi realistis, mengingat kondisi geografis dan cuaca di Tapsel masih sangat fluktuatif dan rentan terjadi bencana susulan.
Basarnas : 447 Korban Meninggal, 399 Masih Hilang di Tiga Provinsi
Dalam kesempatan berbeda, Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, memaparkan perkembangan terbaru bencana yang melanda tiga provinsi yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Dalam rapat dengan Komisi V DPR RI di Senayan, Syafii menyampaikan bahwa total warga terdampak mencapai 33.620 jiwa.
“Jumlah warga yang terdampak dari bencana yang ada di Aceh, Sumatera Barat, dan juga Sumatera Utara mencapai 33.602,” ujarnya.
Dari jumlah tersebut, 447 orang telah ditemukan meninggal dunia, dan 399 orang masih dinyatakan hilang.
Baca Juga: Evakuasi Terhambat Cuaca, TNI Maksimalkan Pengiriman Bantuan Lewat Pesawat Hercules dan Helikopter
Evakuasi Menggunakan Helikopter
Basarnas mengerahkan sejumlah helikopter untuk mengevakuasi korban, terutama di daerah yang terisolasi total akibat longsor dan terputusnya akses jalan.