Tapanuli Tengah dilaporkan mengalami kerusakan paling masif :
-
Puluhan rumah hanyut bersama material longsor
-
Akses jalan lintas putus di beberapa titik
-
Fasilitas umum seperti jembatan, sekolah, hingga kantor desa rusak berat
-
Sejumlah wilayah perkampungan terisolasi akibat tertimbun lumpur dan reruntuhan
Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih berjibaku melakukan pencarian korban di area yang sulit dijangkau, termasuk kawasan sungai, lereng bukit, dan pemukiman yang tertimbun.
Komunikasi Lumpuh, Starlink Jadi Penyelamat
Kerusakan jaringan listrik dan telekomunikasi membuat koordinasi awal penanganan bencana sempat tersendat.
Karena itu, BNPB mengambil langkah sigap dengan mengaktifkan sistem komunikasi darurat berbasis Starlink di berbagai titik posko.
“Langkah kami adalah kita memasang jalur komunikasi darurat jadi menggunakan Starlink,” jelas Suharyanto.
“Sudah didistribusikan baik ke pemerintah daerah, ke titik pengungsian maupun kepada satgas TNI.”
Dengan jaringan ini, pelaporan situasi lapangan, pendataan korban, dan koordinasi pengiriman logistik kini dapat dilakukan lebih cepat dan stabil, terutama di wilayah yang terputus total dari jaringan konvensional.
Baca Juga: Banjir dan Longsor Beruntun di Pulau Sumatera : Pemerintah Percepat Evakuasi dan Pemulihan Akses
Status Bencana Belum Nasional
Isu mengenai penetapan bencana nasional sempat muncul di ruang publik. Namun, Suharyanto menegaskan bahwa kriteria bencana nasional tidak terpenuhi dalam kejadian ini.