WartaPesona.com - Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menegaskan pentingnya penerapan sistem manajemen pengunjung sebagai panduan nasional dalam mengelola destinasi wisata.
Dalam peluncuran buku Manajemen Pengunjung Jilid 2 karya Fransiskus Xaverius Teguh, Wamenpar menilai karya tersebut sebagai instrumen strategis yang menguatkan kapasitas pengelolaan pariwisata agar lebih terukur, adil, dan berkelanjutan.
Buku ini diharapkan mampu menjadi acuan utama bagi pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan antara daya dukung lingkungan, pengalaman wisatawan, serta kesejahteraan masyarakat lokal.
Wamenpar menjelaskan, isi buku tersebut sejalan dengan lima program prioritas nasional sektor pariwisata yang tengah dijalankan di bawah arahan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, yakni Gerakan Wisata Bersih, Tourism 5.0, Pariwisata Naik Kelas, Event Wisata berbasis Intellectual Property Indonesia, serta Pengembangan Desa Wisata.
Baca Juga: Menpar Widiyanti: Pasar Seni ITB 2025 Bukti Kekuatan Seni dalam Diplomasi Budaya
Menurutnya, seluruh program itu memerlukan panduan berbasis bukti ilmiah agar kebijakan dan praktik lapangan dapat terintegrasi dengan prinsip keberlanjutan.
Ia juga mendorong agar buku ini diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris untuk memperluas jangkauan penggunaannya dalam forum kebijakan pariwisata global.
Sementara itu, penulis buku Fransiskus Xaverius Teguh menekankan bahwa buku Manajemen Pengunjung Jilid 1 dan 2 tidak hanya menyajikan teori, tetapi juga praktik dari berbagai destinasi di Indonesia dan dunia.
Pendekatan visitor management di Indonesia, menurutnya, memiliki ciri khas tersendiri karena berpijak pada kearifan lokal dan nilai-nilai spiritual masyarakat.
Buku ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi akademisi, pelaku industri, serta pembuat kebijakan dalam menciptakan destinasi wisata yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.***