Ringkasan :
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto berhasil menjangkau 36,7 juta penerima manfaat dan memproduksi lebih dari 1,4 miliar porsi makanan bergizi di seluruh Indonesia.
- Setiap dapur SPPG dalam program ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi sumber lapangan kerja bagi masyarakat sekitar, menyerap hingga 1,5 juta tenaga kerja baru melalui sinergi antara pemerintah, UMKM, dan koperasi lokal.
- Melibatkan hampir 19 ribu UMKM dan BUMDes, program MBG terbukti menciptakan efek ekonomi berantai yang memperkuat perekonomian desa, menjadikannya simbol nyata pemerataan ekonomi dan keberpihakan pemerintah terhadap rakyat kecil.
Ringkasan di atas dihasilkan menggunakan AI.
WartaPesona.com – Satu tahun pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi bukti nyata komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ekonomi rakyat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Prabowo memaparkan bahwa MBG telah menjangkau lebih dari 36,7 juta penerima manfaat yang terdiri dari anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di seluruh Indonesia.
Program ini telah menghasilkan lebih dari 1,4 miliar porsi makanan bergizi melalui 12.508 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menciptakan efek berganda terhadap ekonomi lokal.
Setiap dapur SPPG melibatkan sekitar 50 tenaga kerja dan 15 pemasok bahan pangan dari pelaku UMKM.
Dengan target 30 ribu dapur aktif, program ini berpotensi menciptakan hingga 1,5 juta lapangan kerja baru di sektor pangan dan distribusi.
Baca Juga: Menelaah Usulan DPR untuk BGN Libatkan Sekolah dalam Penyajian MBG
“Multiplier effect dari program ini luar biasa. Setiap dapur memberdayakan banyak pihak, mulai dari petani, peternak, hingga pedagang kecil,” ujar Prabowo.
Selain membuka lapangan kerja, MBG juga menjadi motor penggerak pemberdayaan ekonomi desa.
Hingga kini, sebanyak 18.895 UMKM, koperasi, dan BUMDes telah menjadi bagian dari rantai pasok program tersebut.