WartaPesona.com – Perum Bulog memastikan kualitas beras yang disalurkan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tetap aman dan layak dikonsumsi, meski sebagian kecil dari stok perlu menjalani proses reproses untuk menjaga standar mutu.
Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog, Mokhamad Suyamto, menjelaskan bahwa dari total 3,9 juta ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog, hanya sekitar 0,1 persen yang diprioritaskan untuk dilakukan reproses agar kualitas tetap terjaga saat beras tersebut disalurkan kepada masyarakat.
Suyamto menambahkan bahwa sebagian besar stok Bulog, yakni sekitar 2,95 juta ton, berasal dari serapan hasil panen petani dalam negeri, sementara sisanya merupakan hasil impor dari penugasan pemerintah pada akhir 2024, sehingga pengelolaan distribusinya tetap menyesuaikan kebutuhan stabilisasi pangan nasional.
Senada dengan itu, Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal menegaskan bahwa beras yang disalurkan selalu melalui pemeriksaan ketat baik dari sisi kuantitas maupun kualitas, sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk memastikan masyarakat menerima beras dalam kondisi baik dan layak konsumsi.
Baca Juga: September Effect: Mengapa Pasar Saham Global Kerap Melemah di Bulan Kesembilan?
Rizal juga memaparkan bahwa pengawasan kualitas dilakukan dengan uji laboratorium secara berkala, di mana pemeriksaan terakhir yang dilakukan oleh PT Saraswati Indo Genetech dan PT Sucifindo pada Agustus 2025 menunjukkan beras Bulog masih memenuhi standar kualitas pangan yang baik.***