berita

Lula di Hadapan Prabowo: BRICS Adalah Pewaris Semangat Bandung dan Gerakan Non-Blok

Senin, 7 Juli 2025 | 07:29 WIB
Presiden Brasil Lula da Silva dan Presiden RI Prabowo Subianto serta pimpim negara lainnya dalam sesi poto bersama pembukaan KTT BRICS ke-17 di Rio de Janeiro. (Promedia)

 

WartaPesona.com - Rio de Janeiro — Dalam forum internasional KTT BRICS ke-17 yang digelar di Museum Seni Modern (MAM), Rio de Janeiro, Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menyampaikan pesan penting yang mengaitkan sejarah diplomasi Indonesia dengan peran masa kini.

Di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto dan para pemimpin negara BRICS, Lula menegaskan bahwa BRICS adalah kelanjutan dari semangat Konferensi Asia-Afrika (Konferensi Bandung) tahun 1955, yang dahulu diinisiasi oleh Presiden Soekarno sebagai bentuk perlawanan terhadap hegemoni blok kekuatan besar dunia.

“BRICS adalah manifestasi dari gerakan non-blok Bandung. BRICS menghidupi semangat Bandung,” tegas Lula dalam pidato pembukaan, Minggu (6/7).

Baca Juga: Indonesia Tampil Perdana di KTT BRICS: Prabowo Disambut Hangat, Diaspora Brasil Sambut Harapan Baru

Lula mengingatkan bahwa tatanan global kini menghadapi tantangan serius, terutama terhadap nilai-nilai multilateralisme yang dahulu diperjuangkan bersama di bawah payung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Ia juga mengungkapkan bahwa sebagian besar anggota BRICS hari ini adalah pendiri awal PBB, dan memiliki tanggung jawab moral untuk mengembalikan semangat keadilan global dan keterlibatan setara antarbangsa.

“Sepuluh tahun setelah PBB berdiri, Konferensi Bandung menolak pembagian dunia dalam zona pengaruh. Kini BRICS memperjuangkan tatanan multipolar,” ujarnya.

Baca Juga: Dari Padang Pasir ke Pantai Tropis: Langkah Strategis Prabowo Bawa Indonesia ke Panggung Global

Bagi Indonesia, pidato ini menjadi pengakuan simbolis dan historis atas kontribusi bangsa dalam membentuk wajah politik global yang independen.

Kehadiran Presiden Prabowo di KTT ini menjadi penanda resmi keterlibatan Indonesia di BRICS, sejak menjadi anggota penuh pada 1 Januari 2025.

Di forum ini, para pemimpin membahas tantangan dunia—mulai dari krisis politik, konflik global, reformasi tata kelola dunia, AI dan teknologi, perubahan iklim, hingga arsitektur keuangan yang lebih adil.

Dengan semakin menguatnya peran BRICS dan keikutsertaan Indonesia, dunia kini melihat harapan baru dalam kerja sama global yang lebih setara, berkeadilan, dan bebas dari dominasi satu kutub kekuasaan. ***(SA)

Tags

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB