WartaPesona.com – Suasana haru dan penuh kepedulian menyelimuti kawasan Puncak, Bogor, setelah longsor menerjang dua kecamatan — Megamendung dan Cisarua — pada Sabtu, 5 Juli 2025 sore.
Hujan deras yang mengguyur sejak siang menjadi pemicu bencana yang menimbun enam orang warga.
Di tengah kondisi darurat, warga sekitar, relawan, dan tim SAR gabungan bahu-membahu melakukan evakuasi.
Hingga Minggu pagi, satu korban berusia 22 tahun asal Cianjur telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dipulangkan ke kampung halamannya.
Baca Juga: Ole Romeny Terpukau Suporter Indonesia: Kami Datang dari Inggris untuk Rasakan Magis GBK!
“Kami datang ke lokasi, ke sebuah pondok pesantren di Megamendung. Satu korban telah dievakuasi,” ujar Bupati Bogor Rudi Susmanto, saat meninjau langsung situasi di lapangan.
Tiga korban lainnya berhasil diselamatkan dan langsung mendapatkan penanganan medis.
Sementara itu, dua orang masih dalam pencarian intensif di lokasi longsor kedua di Cisarua. Proses evakuasi berjalan menantang karena kontur tanah yang labil dan cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat.
“Prioritas kami sekarang adalah menyelamatkan korban dan mendistribusikan bantuan logistik ke titik-titik terdampak,” tambah Rudi.
Banjir yang sempat menggenangi beberapa titik pun telah mulai surut, namun pemerintah tetap menyiagakan tim untuk antisipasi potensi longsor susulan.
Solidaritas warga begitu terasa. Masyarakat turut membantu menyiapkan makanan, tempat istirahat darurat, hingga dukungan psikologis bagi keluarga korban.
Baca Juga: Indonesia Siapkan Diplomat Strategis untuk Washington: Eks Menko Kemaritiman Diusulkan Jadi Dubes AS
Pemerintah Kabupaten Bogor juga telah menyalurkan bantuan logistik dan memastikan layanan kesehatan tetap tersedia untuk warga terdampak.
Bupati Rudi menegaskan pentingnya kewaspadaan di tengah intensitas hujan yang diperkirakan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. “Kami imbau masyarakat di wilayah rawan untuk tetap waspada dan siaga,” katanya menutup. ***(SA)