Ni Luh Puspa juga menyampaikan apresiasi atas capaian dua desa wisata Bali—Penglipuran dan Jatiluwih—yang berhasil meraih penghargaan dari UN Tourism.
Desa Penglipuran bahkan mampu meraih pendapatan tahunan hingga Rp24 miliar, membuktikan bahwa desa pun mampu menjadi pemain utama dalam ekosistem pariwisata berkualitas.
Dari sisi statistik, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai hampir 14 juta pada 2024, melonjak dari 1,6 juta pada 2021.
Sementara pergerakan wisatawan nusantara menembus lebih dari 1 miliar perjalanan—angka yang melampaui era sebelum pandemi.
Target 2025 menempatkan pariwisata sebagai penghasil devisa sebesar USD 19–22 miliar dan kontribusi terhadap PDB hingga Rp1.118 triliun, dengan proyeksi kunjungan wisman antara 14,6 hingga 16 juta orang.
Di akhir sesi, Wamenpar menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mewujudkan visi besar ini.
“Generasi muda, mahasiswa, akademisi—semua punya peran vital. Jadilah pelopor perubahan dan penjaga nilai-nilai kearifan lokal,” tutupnya.
Acara ini turut dihadiri oleh Anggota DPD RI I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, Rektor IV Universitas Mahendradatta Ni Wayan Suartini, serta civitas akademika kampus. Wamenpar didampingi oleh Asisten Deputi Manajemen Strategis Kemenparekraf, I Gusti Ayu Dewi Hendriyani.***