WartaPesona.com- Gula sering kali menjadi bagian tak terpisahkan dari pola makan sehari-hari. Dari secangkir kopi di pagi hari hingga camilan manis di malam hari, gula memberikan energi instan bagi tubuh.
Namun, konsumsi yang berlebihan justru dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan.
Berapa Banyak Gula yang Aman Dikonsumsi?
Menurut American Heart Association (AHA), batas konsumsi gula tambahan harian yang disarankan adalah:
- Pria dewasa: Maksimal 36 gram (9 sendok teh) atau sekitar 150 kalori.
- Wanita dewasa: Maksimal 25 gram (6 sendok teh) atau sekitar 100 kalori.
- Anak-anak (2–18 tahun): Maksimal 25 gram (6 sendok teh).
Baca Juga: Presiden Prabowo dan Ketua MPR Bahas Program Nasional dan Isu Strategis di Istana Merdeka
Gula tambahan ini berbeda dari gula alami yang terkandung dalam buah dan susu. Gula alami lebih sehat karena disertai serat dan nutrisi lainnya, sementara gula tambahan pada makanan olahan bisa meningkatkan risiko penyakit jika dikonsumsi berlebihan.
Dampak Buruk Konsumsi Gula Berlebih
Gula yang dikonsumsi tanpa kontrol dapat menyebabkan:
- Obesitas & Diabetes: Gula tinggi dapat memicu resistensi insulin dan penumpukan lemak.
- Penyakit Jantung: Konsumsi berlebih meningkatkan tekanan darah dan kadar kolesterol jahat.
- Gigi Berlubang: Gula menjadi makanan bagi bakteri penyebab kerusakan gigi.
- Penuaan Dini: Gula berlebih dapat merusak kolagen kulit, menyebabkan kerutan lebih cepat.
Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis: Langkah Presiden Prabowo Menuju Masa Depan Sehat Anak Indonesia
Cara Bijak Mengontrol Asupan Gula
Agar tetap sehat, terapkan langkah-langkah berikut:
- Batasi makanan manis seperti kue, permen, dan soda.
- Ganti pemanis buatan dengan alternatif alami seperti madu atau stevia.
- Periksa label makanan untuk mengetahui kandungan gula tersembunyi.
- Konsumsi lebih banyak serat agar rasa kenyang lebih lama dan mengurangi keinginan makan manis.
Gula bukanlah musuh, tetapi harus dikonsumsi dalam batas wajar. Dengan memilih sumber gula yang sehat dan mengontrol asupan gula tambahan, kita bisa tetap menikmati makanan manis tanpa mengorbankan kesehatan. Yuk, mulai gaya hidup lebih sehat dari sekarang.***