WartaPesawat.com - Kecelakaan pesawat yang terjadi secara beruntun di penghujung tahun 2024 ini menjadi peringatan bagi dunia penerbangan untuk meningkatkan standar keselamatan.
Meski tidak dapat sepenuhnya dihindari, mitigasi dan investigasi yang mendalam menjadi langkah penting untuk mencegah tragedi serupa di masa depan., seperti dikutip dari Guardian.
1. Jeju Air Tergelincir di Korea Selatan
Pada 29 Desember 2024, pesawat Jeju Air tergelincir saat mendarat di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan.
Pesawat yang membawa 175 penumpang dan enam awak ini berangkat dari Bangkok, Thailand. Insiden tersebut menewaskan 177 orang, menyisakan hanya dua korban selamat.
Pemerintah Korea Selatan menetapkan masa berkabung nasional selama tujuh hari. Presiden mengungkapkan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.
Baca Juga: 13 Tips Wisatawan Asing Liburan ke Pulau Bali Agar Perjalanan Anda Lancar dan Menyenangkan
2. Pendaratan Darurat Air Canada di Kanada
Insiden berikutnya melibatkan pesawat Air Canada yang melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Halifax Stanfield pada malam yang sama.
Masalah pada roda pesawat menyebabkan selip dan kebakaran mesin saat mendarat.
Meski menimbulkan kepanikan, semua penumpang berhasil dievakuasi tanpa korban jiwa. Bandara Halifax sempat menangguhkan penerbangan sementara untuk penyelidikan lebih lanjut.
3. KLM Tergelincir di Norwegia
Baca Juga: Kecelakaan Pesawat Jeju Air di Korea Selatan: Pakar Ragukan Bird Strike sebagai Penyebab Tunggal
Pesawat KLM Royal Dutch Airlines jenis Boeing 727-800 tergelincir di Bandara Oslo Torp Sandefjord. Pilot memutuskan pendaratan darurat karena kegagalan sistem hidrolik.
Pesawat keluar dari landasan pacu, berhenti di area berumput tanpa ada korban luka di antara 176 penumpang dan awaknya. Penyelidikan atas insiden ini masih berlangsung.
Pelajaran dari Insiden Kecelakaan di Indonesia
Tragedi ini mengingatkan pada berbagai insiden kecelakaan pesawat di Indonesia, seperti:
- Rimbun Air di Pegunungan Mimika (2019): Menewaskan semua kru dan penumpang.
- Pesawat MAF di Danau Sentani (2020): Pilot tunggal ditemukan tewas.
- Sriwijaya Air SJ 182 (2021): Hilang kontak dan jatuh di Kepulauan Seribu, menewaskan 62 orang. ***(SA)