berita

Kecelakaan Pesawat Jeju Air di Korea Selatan: Pakar Ragukan Bird Strike sebagai Penyebab Tunggal

Kamis, 2 Januari 2025 | 08:10 WIB
Kecelakaan Jeju Air di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan, 29 Desember 2024, melenhkapi catatan buruk Boeing selama 2024. Kecelakaan ini menewaskan 180 orang. (Screenshot Youtube CNA)



WartaPesona.com -
Kecelakaan tragis yang melibatkan penerbangan Jeju Air 2216 di Bandara Internasional Muan pada 29 Desember 2024 menewaskan 179 dari 181 penumpang dan awak.

Meskipun dugaan awal menyebutkan bird strike sebagai penyebab utama, beberapa pakar penerbangan meragukan hal tersebut.

Sebelum insiden, menara pengawas Bandara Muan mengeluarkan peringatan bird strike.

Seorang pejabat Departemen Transportasi Korea Selatan menyatakan bahwa pilot melaporkan mengalami bird strike sebelum mengirim sinyal mayday.

Baca Juga: Dua Pramugari Selamat dari Kecelakaan Tragis Jeju Air di Muan International Airport, Korsel

Namun, Dr. Sonya Brown, seorang senior desain kedirgantaraan di University of New South Wales, skeptis bahwa bird strike menjadi penyebab tunggal kecelakaan, seperti di kutip dari situs Guardian.

"Bird strike seharusnya merupakan insiden yang dapat diatasi dan tidak menyebabkan kecelakaan fatal, terutama karena pesawat modern dirancang untuk tetap beroperasi meski satu mesin tidak berfungsi," ujarnya.

Senada dengan Brown, pakar penerbangan lainnya, menyatakan bahwa bird strike atau kondisi cuaca buruk saja tidak cukup menjelaskan kecelakaan tersebut.

Ia mengisyaratkan kemungkinan adanya faktor lain yang lebih serius.

Baca Juga: Tragedi Jeju Air: Bird Strike dan Detik-Detik Kecelakaan Maut di Bandara Muan

New York Post melansir bahwa Jeju Air, dalam pernyataan resminya, menyebut bahwa pemeriksaan pra-terbang tidak menunjukkan masalah pada pesawat. CEO Jeju Air, Kim Yi-bae, menegaskan bahwa para pilot telah menjalani pelatihan intensif dan prosedur pemeliharaan dilakukan dengan ketat.

Kecelakaan ini merupakan yang terburuk dalam sejarah penerbangan Korea Selatan, mendorong pemerintah untuk memerintahkan inspeksi keselamatan darurat terhadap operasi maskapai penerbangan.

Penyelidikan menyeluruh sedang dilakukan untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan, termasuk analisis terhadap kotak hitam pesawat yang telah ditemukan. ***(SA)

Tags

Terkini