WartaPesona.com - Kecelakaan pesawat Jeju Air 2216 di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan, menjadi salah satu insiden tragis di dunia penerbangan.
Berikut adalah rangkuman kronologi dan perkembangan investigasi berdasarkan informasi yang dilaporkan:
Kronologi Kejadian
1. Sebelum Kecelakaan
Baca Juga: Kopi, Gaya Hidup Milenial dan Gen Z: Lebih dari Sekadar Minuman
* Pesawat Boeing 737-800 milik Jeju Air mengangkut 181 orang (175 penumpang dan 6 awak).
* Pesawat lepas landas dari Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, menuju Bandara Internasional Muan. Tidak ada laporan kerusakan atau kondisi abnormal saat keberangkatan.
* Menara pengawas Bandara Muan mengeluarkan peringatan bird strike (gangguan burung) pukul 08:57 waktu setempat.
2. Detik-Detik Kecelakaan
* Pilot mengumumkan keadaan darurat (mayday) pada pukul 08:58 setelah menerima peringatan.
* Pesawat berusaha mendarat di landasan pacu, tetapi tergelincir hingga melewati landasan dan menabrak dinding pada pukul 09:03.
Korban
* Jumlah Korban: 179 orang tewas, sementara 2 awak pesawat selamat dan dirawat di rumah sakit. Tiga korban lainnya belum ditemukan.
* Warga Asing: Dua penumpang berasal dari Thailand; sisanya diyakini warga negara Korea Selatan.
Baca Juga: Tantangan dan Peluang: Anak Kelahiran 2000 Menyongsong Masa Depan
Penyelidikan dan Temuan
* Kotak Hitam Ditemukan:
Kotak hitam, termasuk perekam suara kokpit dan data penerbangan, telah ditemukan oleh pihak berwenang.
* Faktor Bird Strike:
Adanya burung tersangkut di sayap pesawat diduga menjadi salah satu penyebab insiden, meski investigasi lebih lanjut masih dilakukan.
Tanggapan dan Permintaan Maaf
* CEO Jeju Air, Kim E-bae:
Menyampaikan permintaan maaf mendalam dan berkomitmen untuk mendukung keluarga korban serta bekerja sama dengan penyelidik.
* Produsen Mesin (CFM International):
Menyatakan kesedihan mendalam atas kecelakaan ini.
Langkah Selanjutnya
* Penyelidikan mendalam terkait kondisi teknis pesawat, termasuk laporan peringatan bird strike, akan terus dilakukan.
* Upaya pencarian korban yang belum ditemukan masih berlanjut.
Kecelakaan ini menyoroti pentingnya pengelolaan risiko bird strike di area bandara dan standar keselamatan penerbangan yang lebih ketat. ***(SA)