berita

Heboh Isu Ransomware BRI, Fakta di Balik Klaim Bashe Ransomware

Kamis, 26 Desember 2024 | 07:25 WIB
Beberapa hari lalu,  heboh isu Bank Rakyat Indonesia (BRI) jadi korban Ransomware berdasarkan klaim Bashe. Pakar IT Teguh Aprianto Pastikan Ransomware yang Serang BRI Janggal: Sudah Curiga dari Awal (Ilustrasi)

WartaPesona.com - Isu bahwa Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi korban serangan ransomware Bashe sempat mengguncang jagat maya. Kabar ini bermula dari unggahan akun @FalconFeedsio di platform X pada 18 Desember 2024.

Unggahan tersebut berbunyi, “Ransomware Alert. Bank Rakyat Indonesia, has fallen victim to Bashe Ransomware.”

Meski kebenarannya belum dapat dipastikan saat itu, informasi ini langsung menyebar luas dan menimbulkan kekhawatiran publik. Bashe Ransomware, yang juga dikenal sebagai APT73 atau Eraleig, mengaku telah mencuri data BRI dan menetapkan tenggat waktu tebusan sebesar 5 Bitcoin (setara Rp7,9 miliar) hingga Senin, 23 Desember 2024, pukul 16.00 WIB.

Baca Juga: Terungkap Hoax Ransomware BRI: Netizen Serbu Pakar IT dan Influencer Terkenal

Mengenal Bashe Ransomware

Kelompok Bashe dikenal sebagai aktor ancaman siber yang muncul pada 2024 dengan klaim peretasan terhadap berbagai target bernilai tinggi, termasuk manufaktur dan perbankan.

Mereka menyasar negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Prancis, Jerman, hingga Australia. Namun, aksi mereka sering kali menuai keraguan karena bukti-bukti yang minim validasi.

Fakta Janggal dan Data Palsu

Pakar keamanan siber Teguh Aprianto, pendiri Ethical Hacker Indonesia, ikut menyoroti isu ini. Awalnya, Teguh mengaku ragu untuk berkomentar karena klaim Bashe terlihat mencurigakan.

Baca Juga: Menpar Optimistis Pariwisata 2024 Lampaui Realisasi Tahun Sebelumnya

Kecurigaannya terbukti benar. Setelah tenggat waktu tebusan terlewat, data yang dirilis oleh Bashe hanya berupa file Excel berisi 100 baris data yang cocok dengan dokumen publik di platform Scribd dan PDFCoffee.

“Setelah tenggat waktunya udah habis, akhirnya datanya dirilis. Isinya cuma file Excel dengan 100 row data yang match dengan dokumen di internet. Mari tepuk tangan untuk Bashe, grup ransomware terkocak sepanjang masa,” tulis Teguh di akun X miliknya, @secgron, pada 25 Desember 2024.

BRI Tetap Beroperasi Normal

Baca Juga: Kenaikan PPN 12% di 2025: Peluang Pembangunan atau Beban Masyarakat?
Isu ransomware ini akhirnya dianggap tidak terjadi oleh publik, mengingat layanan BRI tetap beroperasi normal selama kabar ini viral.

Nasabah tetap dapat mengakses sistem operasional dan layanan seperti mobile banking tanpa gangguan.

Kejadian ini menjadi pengingat penting akan pentingnya verifikasi informasi di dunia maya, terutama yang berkaitan dengan ancaman siber.

Halaman:

Tags

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB