WartaPesona.com - Iran melancarkan serangan rudal besar-besaran ke Israel dengan menembakkan sekitar 180 rudal, termasuk rudal hipersonik.
Serangan kali ini lebih intens dibandingkan dengan serangan pada April lalu.
Iran menargetkan tiga pangkalan militer Israel dan mengklaim bahwa 90% rudalnya berhasil mengenai sasaran.
Baca Juga: Indonesia Akan Bawa 1.000 Korban Serangan Israel di Gaza, TNI Siapkan Boeing dan Hercules
Meski demikian, Israel mengungkapkan bahwa sebagian besar rudal tersebut berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara mereka.
Serangan ini dipicu oleh pembunuhan Hassan Nasrallah, pemimpin Hizbullah, dan Abbas Nilforoshan, komandan Garda Revolusi Iran, oleh Israel.
Iran juga menyoroti pembunuhan Ismail Haniyeh, pemimpin politik Hamas, meskipun Israel belum mengonfirmasi keterlibatannya dalam insiden tersebut.
Baca Juga: Kabar Duka dari Iran: Presiden Ebrahim Raisi Tewas dalam Kecelakaan Helikopter
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengecam keras serangan tersebut, menegaskan bahwa Iran akan menerima balasan setimpal.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menggambarkan serangan ini sebagai ancaman serius dan menyatakan akan mengambil tindakan tegas di waktu yang tepat.
Sementara itu, Israel melancarkan operasi darat di Lebanon yang menargetkan Hizbullah.
Serangan udara yang mendampingi operasi ini menewaskan 95 orang dan melukai 172 lainnya. Hizbullah membantah adanya bentrokan langsung, namun menegaskan kesiapannya untuk menghadapi konfrontasi.
Konflik ini telah mengakibatkan lebih dari 1.000 korban jiwa di Lebanon dan memaksa hingga satu juta orang mengungsi, sementara kekuatan proksi Iran di kawasan seperti Yaman, Suriah, dan Irak berpotensi melakukan serangan balasan. ***