WartaPesona.com - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, baru-baru ini mencuri perhatian saat blusukan di Kampung Barat, Tangerang, dengan mengenakan rompi bertuliskan 'Putra Mulyono'.
Rompi tersebut bukan hanya menarik perhatian warga yang berebut untuk berswafoto dengannya, tetapi juga menimbulkan berbagai asumsi publik.
Tulisan ‘Putra Mulyono’ di rompi Kaesang diyakini sebagai respons terhadap kritikan yang diarahkan kepada ayahnya, Presiden Jokowi.
Istilah ‘Mulyono’ sendiri muncul dari kritik netizen, yang secara sarkastik mengacu pada Presiden RI tersebut. Apakah Kaesang dengan sengaja menampilkan sikap tebal muka terhadap kritik atau ia justru menunjukkan gaya politik yang anti kritik?
Politik Gembira, Anti Baper
Sejak memimpin PSI, Kaesang telah memperkenalkan konsep "politik gembira" atau "anti baper". Baginya, politik yang penuh dengan kegembiraan dan tidak mudah tersinggung dapat lebih diterima oleh rakyat.
Kaesang kerap mengajak para kader PSI untuk membuka ruang bagi masyarakat menyampaikan kritik, tanpa harus membawanya secara emosional, seperti dikutip dari laman PSI.
Dalam berbagai kesempatan, Kaesang menyampaikan bahwa PSI ingin berpolitik tanpa mencela atau merendahkan orang lain. Baginya, politik seharusnya melibatkan generasi muda yang kritis, namun tetap santai dalam menyikapi berbagai tantangan.
Tudingan Anti Kritik?
Meski membawa semangat politik yang santai, beberapa kalangan justru menilai Kaesang sebagai sosok yang menghindari kritik.
Baca Juga: BRI Cetak Rekor: 10 Tahun Pemerintahan Jokowi, Dividen Terbesar ke Negara
Hal ini terkait dengan isu dugaan gratifikasi private jet yang pernah menerpanya, di mana Kaesang cenderung tidak memberikan tanggapan berarti terhadap kritik tersebut.
Bahkan, rompi ‘Putra Mulyono’ yang dikenakannya dianggap sebagai sindiran balik kepada para pengkritik.