Dalam buku Ali Sadikin disebutkan, pada saat itu pelaksanaan program KB tidak berjalan mulus.
Ali Sadikin berusaha untuk meyakinkan para pihak yang berpegang teguh pada agama terkait program KB tersebut.
Di Jakarta, pada akhirnya masyarakat cukup dapat menerima kebijakan program tersebut. Hingga program itu terus dibuat penilaian serta evaluasinya.
Baca Juga: Mobilitas yang Berkelanjutan: Pentingnya Transportasi Umum dalam Kota
Menutup Jakarta untuk pendatang baru
Jakarta semakin padat oleh penduduk, banyak penduduk dari luar kota singgah di Jakarta untuk mencari pekerjaan.
Namun, tak semua dari mereka berhasil dan pada akhirnya ada yang menjadi gelandangan.
Ketika itu, gelandangan menjadi soal yang lumayan rumit.
Dengan jumlah yang terbilang cukup besar, pada tahun 1972 keluarlah Instruksi Gubernur terkait operasi atas gelandangan serta wanita tuna susila.
Guna menertibkan para gelandangan, razia besar-besaran pun gencar dilakukan.
Kemudian para gelandangan tersebut dipulangkan ke kampung halaman tempat asalnya atau keluar Pulau Jawa. *(SA/K)