WartaPesona.com- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, memimpin upaya pendorong pembangunan sektor pariwisata di daerah dengan memperkuat Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional (IPKN).
Pada acara "Dialog Kebijakan sebagai rangkaian Diseminasi Kebijakan: IPKN sebagai Strategi Mendorong Pembangunan Kepariwisataan di Daerah yang Tangguh dan Berkelanjutan" yang digelar di Grand Inna Bali pada Rabu, 11 Oktober 2023, Sandiaga Uno menjelaskan pentingnya IPKN sebagai alat untuk meningkatkan peringkat Indonesia dalam Travel and Tourism Development Index (TTDI).
Menparekraf Sandiaga Uno menjelaskan, "Indonesia telah menjadi sorotan dunia dengan lompatan 12 peringkat pada TTDI 2021. Tahun ini kita masuk dalam masa penilaian, peringkat kita harus lebih baik sebagaimana target yang ditetapkan pada RPJMN."
Baca Juga: Sandiaga Uno: Melawan Korupsi Membangun Budaya Antikorupsi yang Kuat di Kemenparekraf
IPKN diperkenalkan dengan indikator yang bersifat multisektor, serupa dengan indikator yang digunakan dalam TTDI.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran nasional akan pentingnya pembangunan sektor pariwisata dan menjadi acuan dalam perencanaan pembangunan di tingkat daerah.
Sandiaga Uno menekankan perlunya komitmen, inovasi, kolaborasi, dan aksi yang kuat dari seluruh jajaran Pemerintah Provinsi dalam mengembangkan potensi ekosistem pariwisata di wilayah masing-masing dengan memperhatikan indikator IPKN.
Baca Juga: Balap MotoGP 2023 Mandalika NTB disebut-sebut paling seru dan bersejarah, mengapa?
Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf, Dessy Ruhati, menjelaskan bahwa diseminasi kebijakan ini merupakan kelanjutan dari pelaksanaan di tahun 2022.
Dalam penyelenggaraan tahun ini, akan ada beberapa perubahan, termasuk redesain kerangka kerja dan sinkronisasi IPKN dalam perencanaan pembangunan daerah. Hasil dari diskusi ini akan menjadi dasar penyelenggaraan IPKN pada periode berikutnya.
Dessy Ruhati menambahkan, "Ke depan, kami akan terus melakukan koordinasi lanjutan secara simultan untuk merancang ulang IPKN, memasukkan unsur kearifan lokal, dan menyiapkan indikator yang mampu beradaptasi pada dinamika perubahan di masa yang akan datang."
Baca Juga: Ini rute Transjakarta dan LRT menuju Stasiun KCJB Halim, jangan keliru
Kegiatan diseminasi kebijakan ini dihadiri oleh perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bidang perencanaan dan pariwisata dari 34 provinsi di Indonesia.
Selain diskusi panel yang melibatkan pakar di bidang pariwisata dan perwakilan Ditjen Bina Bangda Kementerian Dalam Negeri, kegiatan ini juga berfungsi sebagai platform dialog kebijakan untuk mendapatkan masukan dan tanggapan dari pemerintah daerah terkait IPKN.
Upaya penguatan IPKN oleh Sandiaga Uno akan memberikan dorongan penting dalam pembangunan pariwisata yang tangguh dan berkelanjutan di seluruh daerah Indonesia.