berita

Momen Kelam Dalam Sejarah Peradaban Sunda! Akar Permusuhan Perang Kerajaan Sunda dan Majapahit, Perang Bubat

Selasa, 10 Oktober 2023 | 23:13 WIB
Perang Bubat antara Kerajaan Sunda dan Majapahit menandai tragedi sejarah Indonesia, puncak ketegangan terjadi saat serangan Majapahit. | WartaPesona.com

WartaPesona.com - Perang Bubat adalah suatu konflik yang sengit di abad ke-14 antara Kerajaan Sunda dan Majapahit, Perang Bubat merupakan peristiwa kelam dalam sejarah Indonesia. 

Kendati demikian, dibalik terjadinya tragedi ini, terdapat adanya dinamika politik serta faktor-faktor yang kompleks hingga terbentuknya perjalanan pertempuran Perang Bubat tersebut. 

Berikut legenda sejarah Perang Bubat, Kerajaan Sunda dengan Majapahit:

Baca Juga: Sandiaga Uno: Membangun Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Menuju Pertumbuhan Berkelanjutan, Berikut Infonya
  • Dua Kekuatan Besar antara Sunda dengan Majapahit
Ketika itu, pada masa dimana Indonesia dipenuhi dengan banyaknya kerajaan-kerajaan yang kuat.

Pada abad ke-14 Kerajaan Sunda dan Majapahit pun merupakan kekuatan utama di wilayah Jawa. 

Pusat kekuasaan di wilayah Jawa-Barat yang di miliki oleh Kerajaan Sunda, serta Kerajaan Majapahit yang ketika itu memiliki kekuasaan di wilayah Jawa-Timur, mempunyai pengaruh yang sangat luas dan dominan di beberapa wilayah dan sekitarnya.

Kerajaan Sunda yang menonjol dari sisi perekonomian, melalui jalur perdagangan di Jawa-Barat serta Pelabuhan Sunda Kelapa yang merupakan menjadi pusat perdagangan penting dengan cara di intensifkan oleh lokasinya.

Berkembangnya Budaya Sunda melalui seni tekstil seperti batik sunda serta melalui seni pertunjukan seperti diantaranya tari jaipongan, dan wayang golek.

Dalam hal misterium, yaitu bidang Agama, yang berpengaruh pada kebudayaan Kerajaan Sunda ialah Agama Buddha dan Hinduisme.

Sementara Kerajaan Majapahit yang maju dari sisi kekuatan imperialistik berhasil mempersatukan wilayah Nusantara dengan cara diplomasi serta administrasi maju.

Majapahit pun menjadi pusat Pengembangan seni, dan sastra kawi, hingga pembangunan infrastuktur.

Dari sisi aspek keyakinan, Majapahit menganut Agama Hindu dan Buddha hingga mempengaruhi adanya penyebaran Agama Islam.

Majapahit mewariskan kemajuan hingga memberi pengaruh yang signifikan untuk perkembangan sejarah dan budaya Indonesia.

Baca Juga: Sandiaga Uno dan Kemenparekraf Memberi Dukungan Penuh pada Franchise & Licensing Expo 2023 di Indonesia
  • Puncak dari Ketegangan Perang Bubat
Perang Bubat menjadi peristiwa penting bagi Sejarah Indonesia yang terjadi pada Tahun 1357 Masehi.

Perang tersebut melibatkan dua kerajaan besar di kala itu, Raja Hayam Wuruk yang memimpin kerajaan Majapahit dan Raja Linggabuana yang memimpin Kerajaan Sunda.
 
Adanya perselisihan rivalitas politik, menjadi akar penyebab konflik perselisihan antara kedua kerajaan tersebut.

Awal mula terjadinya perang bubat dilatar belakangi oleh Raja Hayam Wuruk yang meminta untuk menikahi Diah Pitaloka yang merupakan Putri dari Raja Linggabuana.

Namun demikian, hubungan yang mulanya damai kian memanas saat terjadi hambatan ketika pernikahan tersebut.

Pergolakan pun terjadi, sebab ambisi Gajah Mada yang ingin menaklukkan seluruh Kerajaan yang ada di Nusantara.

Pernikahan Hayam Wuruk dan Diah Pitaloka dianggap sebagai takluknya Sunda terhadap Majapahit oleh Gajah Mada.

Kerajaan Sunda pun lantas menolak permintaan itu, hingga menyebabkan meningkatnya ketegangan diantara kedua kerajaan tersebut.

Puncak ketegangan kian berlanjut ketika pasukan Majapahit yang berada di bawah Komando Gajah Mada melakukan penyerangan terhadap tempat peristirahatan dari Kerajaan Sunda di Bubat (Trowulan).

Pertempuran sengit yang terjadi mengakibatkan banyaknya prajurit yang tewas, ketika Kerajaan Sunda mengalami kekalahan dalam peperangan tersebut lantas Diah Pitaloka pun turut tewas dengan cara melakukan bunuh diri.

Baca Juga: Syahrul Yasin Limpo Terdengar Kabar Minta Perlindungan dari LPSK, KPK Harap Bukan Modus Menghambat Perkara

Peristiwa kelam ini demikian memicu retaknya hubungan antara Majapahit dan Sunda, hingga berdampak pada kontras dinamika politik serta budaya di Nusantara.

Setelah peperangan tersebut berakhir, Raja Hayam Wuruk baru mengetahui peristiwa tersebut, dan ia merasa sangat kecewa pada Gajah Mada.

Hingga akhirnya, Perang Bubat membawa dampak keretakan hubungan antata Hayam Wuruk dengan Patihnya.
  • Dampak dan Tragedi
Perang bubat menuai dampak pada dinamika politik di zamannya ketika itu, serta hubungan diantara kerajaan-kerajaan yang ada di Nusantara.

Peristiwa tersebut demikian mengakhiri era harmoni yang sebelumnya sempat tercipta dengan adanya pernikahan antara Sunda dan Kerajaan Majapahit.

Timbulnya narasi baru tentang kekuatan, dan independensi lokal, terlihat ketika pergeseran pengaruh politik saat Kerajaan Lokal seperti Sunda tak lagi tunduk kepada dominasi Majapahit.

Perang tersebut pun menggarisbawahi persaingan yang mendalam serta rivalitas antara kerajaan-kerajaan yang berada di wilayah tersebut.

Sementara, dampak budaya serta identitas mencerminkan upaya Sunda yang mempertahankan martabat dan integritasnya pada dominasi kerajaan besar. 

Perang Bubat memainkan tema peran sentral dalam upaya mengubah dinamika Politik Nusantara, tersaji gambaran kompleks interaksi para kerajaan serta perubahan yang dihasilkan pada struktur kekuasaan dan persepsi politik dimasa itu. *** (FC)
 

Tags

Terkini