Gerakan Mahasiswa Hidayatullah Gelar Doa Bersama Untuk Indonesia Kuat, Rizki Ulfahadi: Persatuan Kunci Kemajauan

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Sabtu, 6 Juni 2026 | 06:26 WIB
Gerakan Mahasiswa Hidayatullah menggelar doa bersama untuk Indonesia kuat. (kiriman Rizki Ulfahadi)
Gerakan Mahasiswa Hidayatullah menggelar doa bersama untuk Indonesia kuat. (kiriman Rizki Ulfahadi)

WartaPesona.com - Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (PP GMH), Jumat 5 Juni 2026 di Jakarta menggelar doa bersama untuk Indonesia kuat.

Doa bersama bertema Persatuan Nasional Kunci Kemajuan ini menghadirkan Ketua Umum PP GMH, Rizki Ulfahadi, bersama ulama muda ustaz M. Joni Eferi.

Dalam sisran persnya, PP GMH menyebut kegiatan tersebut dilandasi keprihatinan terhadap keadaan bangsa di tengah berbagai tantangan, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, korupsi, sampai maraknya disinformasi dan polarisasi di ruang digital.

Baca Juga: Indonesia Naik Empat Tingkat di FIFA Setelah Menang Melawan Oman

Ketua Umum PP GMH, Rizki Ulfahadi, menegaskan, Indonesia hanya dapat berdiri kukuh apabila seluruh elemen bangsa menjaga persatuan dan mengedepankan kepentingan nasional di atas kepentingan kelompok.

“Kita ingin Indonesia menjadi negara kuat, berdaulat, dan tidak didominasi kepentingan asing. OLeh karena itu, akyat tidak boleh kehilangan harapan terhadap masa depan bangsa,” ujarnya.

Menurut Rizki, masyarakat tidak boleh menutup mata terhadap praktik korupsi. Namun kritik terhadap pemerintah harus tetap bersifat konstruktif dan berorientasi pada perbaikan, bukan menciptakan perpecahan.

“Kita mendukung pemberantasan korupsi, tetapi pada saat yang sama rakyat harus tetap bersatu mengawal program-program pembangunan. Kritik yang membangun akan memperkuat bangsa, sedangkan fitnah dan kebencian hanya akan melemahkannya,” katanya.

Baca Juga: Suami Lahir 1984 dan Istri Lahir 1990, Punya 13 Anak

PP GMH mengajak masyarakat belajar dari sejarah agar Indonesia tidak mengulangi masa-masa krisis yang pernah memicu konflik sosial dan kekerasan.

Perbedaan pandangan politik tidak boleh berkembang menjadi permusuhan yang merusak persatuan nasional.

Selain itu, PP GMH mengimbau masyarakat lebih bijak memakai media sosial dan menghindari disinformasi, fitnah, dan kebencian yang dapat menggerus kepercayaan sosial serta mengancam persatuan bangsa.

PP GMH berharap tumbuh kesadaran kolektif bahwa kemajuan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kedewasaan rakyat dalam menjaga persatuan, mengawal pembangunan, dan membangun ruang publik yang sehat.

Baca Juga: Akan Buka-bukaan, Eks Petinggi BGN Sony Sonjaya Bersedia Menjadi Justice Collaborator

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kitab Suci di Tengah Bencana Ekologi

Sabtu, 6 Juni 2026 | 15:33 WIB
X