WartaPesona.com - Flores Timur — Alam kembali menunjukkan kekuatannya. Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, mengalami erupsi eksplosif pada Senin (7/7/2025) pukul 11.05 WITA, dengan kolom abu vulkanik menjulang hingga ±19.000 meter dari permukaan laut, menjadi salah satu letusan terdahsyat yang tercatat dalam beberapa dekade terakhir.
Kolom abu tebal berwarna kelabu gelap ini menyebar ke arah utara, timur laut, dan barat laut, mengancam keselamatan wilayah sekitar.
Pihak berwenang langsung menetapkan zona bahaya:
Radius 6 km dari kawah utama, dan Zona sektoral arah Barat Daya–Timur Laut hingga 7 km.
Baca Juga: Fenomena Bulan Purnama Picu Banjir Rob, Warga Pesisir Jakarta Diminta Siaga hingga 13 Juli
“Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius tersebut,” tegas Fajaruddin M. Balido, Petugas Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki.
Namun, bahaya letusan bukan satu-satunya yang mengintai. Risiko banjir lahar hujan juga tinggi, terutama jika hujan deras turun di sekitar puncak.
Sungai-sungai seperti Dulipali, Nobo, Padang Pasir, Hokeng Jaya, hingga Boru dan Nawakote berpotensi menjadi jalur aliran lahar yang membahayakan warga.
Baca Juga: Banjir Parah Jakarta: Warga Bertahan, Pemerintah Berupaya Melindungi Warga dan Percepatan Pemulihan
Masyarakat diimbau untuk:
- Menggunakan masker untuk mencegah gangguan saluran pernapasan akibat abu,
- Tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi informasi hoaks,
- Mengikuti arahan pemerintah dan informasi resmi dari PVMBG dan BPBD.
Pemerintah daerah dan pusat saat ini tengah melakukan koordinasi intensif untuk mengawasi perkembangan erupsi melalui Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera dan PVMBG di Bandung.
Artikel Terkait
Persib Bandung Tumbang di Kandang, Port FC Menang 2-0 di Piala Presiden 2025
Insiden Terbakar di Bandung, Ini Fakta dan Spesifikasi Baterai Wuling Air EV
Banjir Parah Jakarta: Warga Bertahan, Pemerintah Berupaya Melindungi Warga dan Percepatan Pemulihan
Fenomena Bulan Purnama Picu Banjir Rob, Warga Pesisir Jakarta Diminta Siaga hingga 13 Juli