Jiwa dan Raga untuk Ibu Pertiwi: Manifestasi Pengabdian Sejati dalam Kepemimpinan Presiden Prabowo

photo author
Anne Ardianti, Warta Pesona
- Rabu, 7 Mei 2025 | 11:02 WIB
Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara Halal Bihalal Bersama Purnawirawan TNI Angkatan Darat (AD) dan Keluarga Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI)-Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) Tahun 1446 H/2025 M yang digelar di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (06/05/2025). (Foto: Setneg.go.id)
Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara Halal Bihalal Bersama Purnawirawan TNI Angkatan Darat (AD) dan Keluarga Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI)-Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) Tahun 1446 H/2025 M yang digelar di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (06/05/2025). (Foto: Setneg.go.id)

WartaPesona.com- Jakarta, 6 Mei 2025 — Suasana khidmat menyelimuti Balai Kartini, Jakarta, ketika Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri acara Halal Bihalal bersama Purnawirawan TNI Angkatan Darat dan Keluarga Besar TNI-Polri Tahun 1446 H/2025 M.

Dalam pidatonya yang sarat makna, Presiden menegaskan kembali prinsip dasar kehidupan seorang prajurit: bahwa jiwa dan raga seorang patriot sejati tidak lagi milik pribadi, melainkan sepenuhnya dipersembahkan untuk negara, bangsa, dan rakyat.

Prajurit Sejati: Jiwa Pengabdian yang Tak Lekang oleh Zaman
"Sejak hari pertama kita menginjakkan kaki di dunia militer, kita diajarkan bahwa hidup kita bukan lagi milik pribadi atau keluarga.

Baca Juga: Diplomasi yang Menginspirasi: Kesan Mendalam Para Dubes Baru terhadap Indonesia sebagai Mitra Strategis Global

Jiwa dan raga kita telah menjadi milik bangsa dan negara," tutur Presiden Prabowo dengan suara mantap, mencerminkan integritas dan pengabdian yang telah teruji oleh waktu.

Pernyataan itu bukan sekadar kata-kata seremonial, melainkan cerminan pengalaman pribadi yang melekat dalam dirinya sejak masa muda sebagai perwira Tentara Nasional Indonesia.

Prabowo Subianto mengingat betul kerasnya pendidikan dan latihan militer, yang ditempanya langsung dari para tokoh Angkatan 45—generasi pejuang yang menyaksikan dan merebut kemerdekaan dengan tangan sendiri.

Baca Juga: Sinergi Global untuk Pariwisata Indonesia: Kemenpar dan Qatar Airways Perluas Jangkauan Promosi Internasional

Inspirasi dari Generasi Emas Bangsa
Presiden Prabowo tak lupa menyampaikan kekagumannya kepada para pejuang Angkatan 45, yang disebutnya sebagai generasi dengan patriotisme membara dan kepercayaan diri tinggi meski harus berhadapan dengan kekuatan negara-negara adikuasa.

Ia menekankan bahwa semangat perjuangan mereka tidak hanya patut dikenang, tetapi wajib dijadikan teladan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara hari ini.

"Mereka adalah generasi yang menolak untuk dijajah, menolak menjadi bangsa kuli, bangsa pesuruh. Mereka percaya bahwa bangsa Indonesia punya harga diri, punya potensi, dan harus berdiri tegak di atas kaki sendiri," ungkapnya penuh emosi.

Baca Juga: Gerakan Wisata Bersih Danau Toba: Kolaborasi Lintas Sektor Menuju Destinasi Kelas Dunia yang Berkelanjutan

Kepemimpinan Berbasis Nilai dan Sejarah
Pengalaman dan nilai-nilai tersebut, menurut Presiden, telah membentuk karakternya hingga kini saat memimpin negeri.

Kepemimpinan yang dibangun atas dasar sejarah perjuangan, semangat pengabdian, dan keteladanan generasi pendahulu menjadi fondasi utama dalam menentukan arah kebijakan nasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB
X