Perkuat Pendidikan Islam, Indonesia-Maroko Tingkatkan Beasiswa dan Pertukaran Ulama

photo author
Anne Ardianti, Warta Pesona
- Jumat, 7 Februari 2025 | 22:44 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar bertemu (kanan) dan Duta Besar Maroko untuk Indonesia, Ouadia Benabdellah (kiri) (Foto: kemenag.go.id)
Menteri Agama Nasaruddin Umar bertemu (kanan) dan Duta Besar Maroko untuk Indonesia, Ouadia Benabdellah (kiri) (Foto: kemenag.go.id)

WartaPesona.com- Jakarta, Menteri Agama Nasaruddin Umar bertemu dengan Duta Besar Maroko untuk Indonesia, Ouadia Benabdellah, di kantor pusat Kementerian Agama (Kemenag) Jakarta, untuk membahas penguatan kerja sama pendidikan antara kedua negara.

Fokus utama pertemuan ini adalah peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di Maroko serta program pertukaran ulama dan santri.

Dalam diskusi tersebut, Menteri Nasaruddin menekankan keistimewaan sistem pendidikan Islam di Maroko yang lebih efisien dibandingkan negara lain.

Baca Juga: Al Ghazali, Putra Ahmad Dhani yang Berbakat Menjadi Musisi

“Program Magister di Maroko hanya membutuhkan dua tahun, sementara program Doktoral maksimal empat tahun.

Ini jauh lebih intensif dibandingkan sistem di banyak negara lain,” ujarnya pada Kamis (6/2/2025).

Menag juga menyampaikan rencana pengiriman pelajar Indonesia ke Maroko dalam skema beasiswa yang didukung Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Baca Juga: Kuliah: Petualangan Menuju Versi Terbaik Dirimu!

“Saya akan mengirimkan pelajar ke Maroko bersama dengan Mesir dan Amerika Serikat, karena Maroko memiliki sistem pendidikan Islam yang kuat dan bersejarah,” tambahnya.

Duta Besar Maroko, Ouadia Benabdellah, menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan bahwa pemerintah Maroko siap meningkatkan jumlah beasiswa bagi mahasiswa Indonesia.

“Saat saya tiba di sini, ada 15 beasiswa yang diberikan. Sekarang jumlahnya sudah bertambah menjadi 50, dan kami yakin bisa meningkatkan lebih banyak lagi,” ungkapnya.

Baca Juga: Panduan Membuat Dessert Sederhana yang Cocok untuk Makanan Pencuci Mulut

Selain pengiriman mahasiswa, kerja sama ini juga mencakup pertukaran ulama dan santri untuk memperkuat pemahaman Islam moderat.

Maroko dikenal sebagai pusat kajian Islam berbasis tasawuf yang dapat menjadi referensi bagi ulama Indonesia dalam memperdalam ilmu agama.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB

Houthi, Sekutu Iran di Yaman Serang Arab Saudi.

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:03 WIB

Iran Menyerang Aset Militer Amerika di Bahrain

Senin, 13 Juli 2026 | 19:08 WIB
X