Ekonomi Kreatif Jadi Mesin Pertumbuhan Baru: Menekraf Ajak Sinergi Pusat dan Daerah

photo author
Haikal Abdillah, Warta Pesona
- Kamis, 14 November 2024 | 11:00 WIB
Menekraf Teuku Riefky Harsya memberikan sambutan di Rakornis Kemenparekraf 2024, mengajak stakeholder bersinergi kembangkan ekonomi kreatif sebagai motor penggerak ekonomi nasional. (Kemenparekraf)
Menekraf Teuku Riefky Harsya memberikan sambutan di Rakornis Kemenparekraf 2024, mengajak stakeholder bersinergi kembangkan ekonomi kreatif sebagai motor penggerak ekonomi nasional. (Kemenparekraf)

WartaPesona.com - Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru ekonomi Indonesia.

Baca Juga: Pj Gubernur DKI Teguh Setyabudi Lantik 305 Pejabat Baru, Dorong Inovasi dan Pelayanan Prima

Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pengembangan Investasi yang diselenggarakan Kemenparekraf/Baparekraf di The Ritz-Carlton Hotel, Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (13/11/2024).

"Ini pertama kalinya ekonomi kreatif berdiri sebagai kementerian di Indonesia, menandakan komitmen pemerintah, khususnya Presiden Prabowo, untuk menjadikannya sebagai sektor unggulan," ujar Teuku Riefky.

Menurut Riefky, perkembangan ekonomi Indonesia menunjukkan transisi dari sektor padat karya dan padat modal menuju ekonomi padat cipta yang digerakkan oleh inovasi dan kreativitas.

Baca Juga: Anggaran Kemenperin 2025 Dipangkas 34%, Menperin: Butuh Dukungan DPR Untuk Lahirkan Kebijakan Pro Industri

“Kini, ekonomi tidak hanya soal industri besar. Kreativitas yang diolah melalui inovasi dan teknologi akan menjadi sumber pertumbuhan baru. Kita sedang beralih dari era pertambangan fisik ke tambang kreativitas,” jelasnya.

Hingga semester I 2024, sektor ekonomi kreatif mencatat capaian signifikan dengan nilai tambah mencapai Rp749 triliun, setara dengan 55% dari target Rp1.347 triliun.

Nilai ekspor produk ekonomi kreatif tercatat sebesar $12 miliar, terutama dari subsektor fesyen ($6,7 miliar), kriya ($4,7 miliar), kuliner ($830 juta), dan penerbitan ($6 juta). Penyerapan tenaga kerja juga meningkat dengan total 24,9 juta pekerja pada 2023.

Baca Juga: Dorong Industri Serap Susu Lokal, Menperin Agus Gumiwang Dukung Kebijakan Menteri Pertanian

Riefky menekankan bahwa pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% hingga 2029 hanya bisa diraih jika investasi di sektor ekonomi kreatif semakin diperluas, terutama di daerah.

"Kita harus menggali potensi ekonomi kreatif di setiap daerah, menciptakan peluang baru bagi investasi yang inovatif," ujarnya.

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf, Rizki Handayani, mengatakan Rakornis menjadi forum penting bagi pemerintah daerah untuk berbagi ide dan mencari solusi terkait tantangan investasi.

Baca Juga: Jelang Hadapi Jepang, Timnas Indonesia Siap Tempur di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Haikal Abdillah

Sumber: Kemenparekraf

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB
X