WartaPesona.com - Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru ekonomi Indonesia.
Baca Juga: Pj Gubernur DKI Teguh Setyabudi Lantik 305 Pejabat Baru, Dorong Inovasi dan Pelayanan Prima
Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pengembangan Investasi yang diselenggarakan Kemenparekraf/Baparekraf di The Ritz-Carlton Hotel, Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (13/11/2024).
"Ini pertama kalinya ekonomi kreatif berdiri sebagai kementerian di Indonesia, menandakan komitmen pemerintah, khususnya Presiden Prabowo, untuk menjadikannya sebagai sektor unggulan," ujar Teuku Riefky.
Menurut Riefky, perkembangan ekonomi Indonesia menunjukkan transisi dari sektor padat karya dan padat modal menuju ekonomi padat cipta yang digerakkan oleh inovasi dan kreativitas.
“Kini, ekonomi tidak hanya soal industri besar. Kreativitas yang diolah melalui inovasi dan teknologi akan menjadi sumber pertumbuhan baru. Kita sedang beralih dari era pertambangan fisik ke tambang kreativitas,” jelasnya.
Hingga semester I 2024, sektor ekonomi kreatif mencatat capaian signifikan dengan nilai tambah mencapai Rp749 triliun, setara dengan 55% dari target Rp1.347 triliun.
Nilai ekspor produk ekonomi kreatif tercatat sebesar $12 miliar, terutama dari subsektor fesyen ($6,7 miliar), kriya ($4,7 miliar), kuliner ($830 juta), dan penerbitan ($6 juta). Penyerapan tenaga kerja juga meningkat dengan total 24,9 juta pekerja pada 2023.
Baca Juga: Dorong Industri Serap Susu Lokal, Menperin Agus Gumiwang Dukung Kebijakan Menteri Pertanian
Riefky menekankan bahwa pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% hingga 2029 hanya bisa diraih jika investasi di sektor ekonomi kreatif semakin diperluas, terutama di daerah.
"Kita harus menggali potensi ekonomi kreatif di setiap daerah, menciptakan peluang baru bagi investasi yang inovatif," ujarnya.
Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf, Rizki Handayani, mengatakan Rakornis menjadi forum penting bagi pemerintah daerah untuk berbagi ide dan mencari solusi terkait tantangan investasi.
Baca Juga: Jelang Hadapi Jepang, Timnas Indonesia Siap Tempur di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Artikel Terkait
Mendorong Kualitas Desa Wisata: Kemenparekraf Beri Bantuan Pengembangan untuk 24 Desa Wisata di 12 Provinsi
Transformasi Pariwisata Berkelanjutan: Kemenparekraf Pecah Menjadi Dua Entitas Demi Program Inovatif 2024
Perkuat Pariwisata Desa, Kemenparekraf Beri Dukungan Literasi Bisnis dan Keuangan di Jawa Barat
Pembatalan Konser Dua Lipa Jadi Evaluasi: Kemenparekraf Dorong Promotor Tingkatkan Standar Keamanan Konser di Indonesia
Crisis Center Aktif di Labuan Bajo, Kemenparekraf Pastikan Keamanan Wisatawan Yang Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi di NTT