Indonesia Harus Bayar Utang 800 Triliun, Begini Pernyataan Sri Mulyani

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Sabtu, 8 Juni 2024 | 18:10 WIB
Sri Mulyani (Tim Warta Pesona 01)
Sri Mulyani (Tim Warta Pesona 01)

 

WartaPesona.com - Pada tahun depan, pemerintah memiliki utang yang jatuh tempo, mencapai jumlah sebesar Rp 800 triliun. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, memberikan tanggapannya terhadap utang tersebut dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR.

Sri Mulyani menyatakan bahwa jika kondisi ekonomi dan politik tetap baik serta APBN tetap kredibel, risiko dari utang yang jatuh tempo tersebut menjadi sangat kecil. Dia menjelaskan bahwa pemegang surat utang mungkin tidak akan segera mengambilnya jika dianggap masih membutuhkan investasi, namun jika stabilitas terganggu, mereka dapat melepasnya.

Baca Juga: Indonesia Dapat Investasi 52,9 Juta Dolar AS, Mengintip Kesuksesan 'International Tourism Investment Forum (ITIF) 2024' yang Digelar di Jakarta

Sri Mulyani menekankan pentingnya stabilitas, kredibilitas, dan kelangsungan dalam hal ini. Dia juga menjelaskan bahwa tingginya utang jatuh tempo disebabkan oleh dampak pandemi COVID-19. Indonesia memerlukan tambahan belanja yang signifikan saat penerimaan negara turun karena aktivitas ekonomi terhenti. Hal ini menyebabkan konsentrasi utang jatuh tempo terjadi pada tahun 2025, 2026, dan 2027, serta sebagian pada tahun 2028.

Dolfie Othniel Frederic Palit, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, sebelumnya telah mengungkapkan bahwa utang jatuh tempo Indonesia pada tahun 2025 mencapai Rp 800,33 triliun, terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 705,5 triliun dan pinjaman sebesar Rp 94,83 triliun. ***(TWP01)/SR

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB

Houthi, Sekutu Iran di Yaman Serang Arab Saudi.

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:03 WIB

Iran Menyerang Aset Militer Amerika di Bahrain

Senin, 13 Juli 2026 | 19:08 WIB
X