Hal tersebut bisa memungkinkan peretas mengelola konten situs dan melewati alat administrasi standar.
Kemudian, peretas memasang konten berbahaya di situs dalam subfolder, tanpa mempengaruhi halaman utama situs yang diretas.
Cara lain peretasan yang biasa terjadi adalah dengan menebak kata sandi administrator. Hal ini dimungkinkan ketika administrator menggunakan kata sandi lemah, atau kata sandi yang sama pada beberapa web yang berbeda.
Dengan cara ini, peretas bisa menempatkan konten berbahaya melalui alat administrasi standar, membuat pengguna baru di situs, dan subbagian atau halaman tambahan.
Namun demikian, cara tersebut biasanya mudah diketahui oleh pemilik akun resmi.
Tak selamanya peretasan dilakukan untuk mencuri data pribadi pemilik situs web atau pelanggan situs web tersebut.
Ada kalanya, peretasan hanya bertujuan untuk membuat lalu lintas pengunjung pada situs web tersebut menjadi turun drastis.
Selain itu, tindak kejahatan siber peretasan juga bisa menyebabkan SEO pada situs web tidak berfungsi, yang pada ujungnya membuat pengunjung situs web menjadi nihil. ***