WartaPesona.com - Dari kembali terbang di langit dengan penampilan baru untuk maskapai penerbangan lain, hingga didaur ulang menjadi suku cadang atau dipindahkan ke tempat penyimpanan pesawat yang tidak terpakai, itulah beberapa kemungkinan untuk pesawat yang sudah pensiun yang bisa dilakukan dengan tidak terbatas.
Beberapa di antaranya telah diubah menjadi restoran, museum, kafe, dan bahkan tempat pesta. Namun, jet pribadi yang diubah menjadi vila mewah, yang terletak di tebing dekat pantai Nyang-Nyang di pulau Bali, Indonesia, mungkin menjadi salah satu transformasi pesawat yang paling indah hingga saat ini.
Dahulunya bagian dari armada Mandala Airlines yang kini telah bangkrut, Boeing 737 yang sudah pensiun tersebut dibeli oleh pengembang Felix Demin pada tahun 2021 dan diangkut ke lokasi terpencilnya, melansir dari CNN Travel.
Demin telah membagikan serangkaian gambaran tentang properti yang unik ini, yang akan tersedia untuk disewa mulai bulan April 2023.
Dengan dua kamar tidur dan kolam renang, Private Jet Villa by Hanging Gardens, yang terletak 150 meter di atas permukaan laut, tersedia untuk disewa mulai bulan April, dengan tarif per malam mulai sekitar $7.000 atau sekitar hampir Rp. 110 juta.
Felix Demin/Private Jet Villa
Demin, yang juga pemilik jaringan hotel Bubble Hotel Bali, mengatakan bahwa awalnya dia mempertimbangkan untuk membeli pesawat pribadi untuk kegunaan pribadi, tetapi segera melihat potensi untuk mengubah pesawat menjadi sesuatu yang benar-benar istimewa.
"Saya bahkan sebelum membelinya, saya berpikir bahwa mungkin saja mengubahnya menjadi jenis objek yang unik, dan memutuskan untuk berkonsentrasi pada menciptakan sebuah vila," katanya, sebelum menjelaskan bahwa ia menemukan sekitar 20 pesawat serupa yang berlokasi di seluruh Indonesia ketika mencari.
Akhirnya, Demin memilih Boeing 737 yang telah dibeli oleh seorang investor Indonesia dan setuju untuk membelinya.
Baca Juga: Wae Rebo, Pesona Desa Adat di Pulau Flores
Namun, mengangkut pesawat dari lokasinya di Bali ke tebing beberapa mil jauhnya bukanlah tugas yang mudah.
"Kami harus membongkarnya setelah berkonsultasi dengan tim Boeing," jelasnya. "Kami harus melepas 50.000 baut."