Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan, SATTE merupakan bursa pariwisata internasional perdana yang dikuti oleh Kemenparekraf/Baparekraf di awal tahun 2023. Keikutsertaan ini menjadi awalan yang baik bagi kegiatan promosi pariwisata Indonesia di kancah internasional, khususnya di wilayah Asia Selatan.
"India saat ini merupakan salah satu sumber pasar utama pariwisata wisatawan mancanegara bagi Indonesia. Diharapkan keikutsertaan Indonesia di ajang ini dapat memberikan dampak yang luas terhadap minat wisatawan dari India dan Asia Selatan pada umumnya untuk berkunjung ke Indonesia," kata Made.
Paviliun Indonesia
Paviliun Indonesia yang dibangun di lahan seluas 117 m2 ramai dipadati oleh para pengusaha industri pariwisata India dan mancanegara yang antusias. Hal ini terlihat dari tingginya interaksi bisnis antara para pelaku industri pariwisata Indonesia dengan para buyers yang datang ke paviliun Indonesia sejak pukul 10.00 hingga 18.00 setiap harinya.
Baca Juga: Apa Perbedaan Barista dan Bartender? Simak Perbedaan Pekerjaan Ini
Vivek Kumar, General Manager Plataran Borobudur yang merupakan salah satu co-exhibitor di paviliun Indonesia mengatakan, potensi transaksi pada SATTE 2023 menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun lalu.