Jika sudah puas menjelajah keindahan Desa Maria, inilah saat yang tepat bagi Sobat Pesona berburu oleh-oleh untuk orang-orang tercinta. Ada banyak pilihan buah tangan yang bisa kamu beli di BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) Maria Kecamatan Wawo ini Sobat Pesona. Mulai dari pernak-pernik, aksesoris, kerajinan tangan, makanan, kopi, hingga kain tenun khas Bima, sarung tenun nggoli. Untuk harga kain tenunnya sangat beragam, mulai dari 350 ribu hingga jutaan rupiah.
Mau jalan-jalan lebih lama lagi? Tenang! Sobat Pesona bisa mengunjungi deretan destinasi kece yang berada di sekitar Desa Maria berikut ini!
Menyaksikan aksi joki cilik menunggang kuda di Arena Pacuan Kuda Desa Panda, Kecamatan Palibelo
Baca Juga: Sandiaga Uno Menparekraf Luncurkan KEN 2023 Bangkitkan Event Daerah Berkualitas
Sekitar satu jam perjalanan dari Desa Maria, jangan lewatkan atraksi menarik lainnya yang bisa kamu temukan di Bima. Namanya Pacoa Jara atau tradisi balap kuda. Uniknya, tradisi wisata olahraga di Bima ini bukan dilakukan oleh orang dewasa, melainkan joki cilik yang masih berusia di bawah 10 tahun, lho! Lebih kerennya lagi, joki menunggangi kuda Bima tanpa pelana. Sebelum pandemi, event balap kuda ini kerap disaksikan oleh ratusan bahkan ribuan penonton yang datang dari berbagai pelosok desa. Nah, kalau kamu berkesempatan ke Bima, jangan lupa mampir ke Arena Pacuan Kuda di Desa Panda, Kecamatan Palibelo untuk menyaksikan aksi para joki cilik tersebut, ya!
Menyantap bubur khas Bima, minasarua di sepanjang Jalan Sondosia Sila, Bima