pesona-kuliner

6 Orang Yang Berjasa Menjadi Garda Terdepan Membangun Pariwisata Pulau Samosir Danau Toba dari Desa Wisata

Minggu, 1 Januari 2023 | 14:06 WIB
6 orang Pulau Samosir (Indonesia.travel)

Baca Juga: Prestasi Pencapaian Sandiaga Uno di Kemenparekraf Tahun 2022 Devisa Pariwisata Melewati 3 Kali Lipat Target

Pernah terbayang bagaimana cara Raja Batak Kuno memberikan peradilan bagi warga yang melanggar? Jika belum, pasti akan terkesima mendengar cerita mengenai ‘Batu Parsidangan’ di Desa Wisata Siallagan dari Pak Bagus Simatupang. Memang desa wisata ini bukan tanah kelahirannya, melainkan desa dari keluarga istrinya. Akan tetapi, beliau mengetahui semua cerita secara rinci.

Selama mengunjungi Desa Wisata Siallagan, Pak Bagus banyak menjelaskan berbagai filosofi rumah adat Batak, cerita Batu Parsidangan, alat musik khas Batak, tempat pemakaman keluarga Siallagan, sampai memimpin para wisatawan untuk Manortor (menari Tor Tor) bersama boneka kayu Sigale-gale.

Cara menjelaskannya seperti tengah mendongeng, sehingga wisatawan terpikat tanpa rasa bosan. Pak Bagus tak segan melayani setiap pertanyaan, bahkan menjelaskannya sambil memperagakan dengan sangat antusias. Seperti ketika beliau menuturkan bagaimana cara persidangan Raja Batak di Desa Wisata Siallagan itu berlangsung. “Jadi seperti ini proses peradilan itu. Dengan tongkat yang saya pegang ini, Raja mencoba menghilangkan ilmu atau efek jimat dari terdakwa,” papar Pak Bagus sampai memperagakan bagaimana Hulubalang membawa pelaku kejahatan yang hendak dihukum mati.

 

3) Riris Hasibuan dari Desa Wisata Simanindo

Riris Hasibuan (Indonesia.travel)


Baca Juga: Sandiaga Uno Sambut 'Welcome' Wisman Pertama Pada Tanggal 1 Januari 2023, Jam 00:00 di Bandara Bali

Kawasan Desa Wisata Simanindo dihuni dan dikelola oleh keturunan keluarga Raja Batak Samosir bernama Opung Panualang Sidauruk. Salah satunya adalah Bu Riris Hasibuan, yang merupakan istri dari Raja Humpul Sidauruk, cucu Opung Panualang Sidauruk.

“Sebelum pandemi, tempat ini ramai sekali dengan wisatawan dalam maupun luar negeri. Biasanya bule, tapi kalau sekarang, kita harus menerima tetapi tetap berusaha menghadapi

dampak dari pandemi ini,” terang Bu Riris ketika berbincang dengan kami. Beliau mengatakan bahwa dua tahun belakangan ini memang bukanlah tahun yang mudah. Selama pandemi, pengunjung yang datang ke Desa Wisata Simanindo tak banyak jumlahnya, termasuk wisatawan mancanegara yang tak lagi datang.

Akan tetapi, tantangan itu tidak membuat Bu Riris berhenti mengembangkan Desa Wisata Simanindo. Dengan melakukan pembersihan dan protokol kesehatan yang dihimbau pemerintah, Bu Riris kembali memperkenalkan Desa Wisata keluarganya ini. Awalnya melalui mulut ke mulut para keluarga, sanak saudara, dan teman-teman. Akhirnya, ada beberapa kenalan yang kembali mengunjungi, bahkan menginap di Desa Wisata Simanindo. “Perlahan-lahan, kita bangkit. Karena yang terkena dampaknya kan memang semua sektor pariwisata,” ucapnya optimistis.

 

4) Pesta Sitanggang dari Desa Wisata Hutatinggi

Pesta Sitanggang (Indonesia.travel)


Halaman:

Tags

Terkini