WartaPesona.com - Wisata Geoheritage Lava Bantal di Berbah Sleman Yogyakarta memang tak sepopular destinasi lainnya.
Namun, Geoheritage Lava Bantal Berbah Sleman Yogyakarta ini bisa membuat kagum pengunjung yang melihatnya.
Geoheritage Lava Bantal Berbah Sleman Yogyakarta adalah batuan vulkanik purba yang meleleh, sehingga membentuk tumpukan seperti bantal.
Membentang di sepanjang aliran sungai Kali Opak Desa Jogotirto dan Kalitirto, Berbah, Sleman, Lava Bantal ini tampak unik.
Baca Juga: Sudah tahu belum? Patung Selamat Datang Jakarta dibuat di Sleman Yogyakarta, lho
Batuan itu merupakan lava cair yang keluar dari perut gunung berapi, dan membeku cepat karena air laut sehingga membentuk gumpalan batu tak beraturan seperti lelehan lilin.
Karena lelehan itu bertumpuk-tumpuk seperti bantal, orang lalu menyebutnya lava bantal.
Para ahli meyakini, lava bantal itu merupakan bukti yang menunjukkan proses awal pembentukan gunung api purba pertama di Jawa.
Sementara itu mengutip laman esdm.go.id, batuan lava basalt tersebut berstruktur bantal berumur 56 juta tahun lalu.
Penampakan lava bantal membulat dan memanjang seperti tabung atau bantal, yang menunjukkan pusat erupsi terdapat di sebelah barat-barat laut.
Baca Juga: Perhatikan, 5 aksesori interior mobil ini bisa berisiko sebabkan bahaya
Kenampakan tersebut terbentuk akibat dari lava hasil erupsi lelehan yang kontak langsung dengan air laut.
Lepas dari kajian ilmiahnya, lava bantal pada awalnya tersembunyi di balik kerimbunan lahan tanah kas Desa Jogotirto.
Menurut warga, kawasan di sekitarnya dulu merupakan lahan sawah tadah hujan yang mengering di tahun 1990.