pesona-kuliner

Tugu Monas Jakarta terinspirasi falsafah kehidupan abadi, Lingga Yoni

Selasa, 11 Juli 2023 | 13:50 WIB
Ilustrasi Tugu Monas Jakarta. (Dok WartaPesona.com)

WartaPesona.com – Tidak mudah mewujudkan sebuah monumen kebanggaan bangsa dan negara seperti Tugu Monas Jakarta.

Dua kali sayembara rancang bangun Tugu Monas Jakarta yang diadakan pada tahun 1955 dan 1960, gagal memperoleh desain sesuai kriteria.

Ketua Tim Yuri Pembangunan Tugu Monas Jakarta kemudian menunjuk beberapa arsitek ternama, yaitu Soedarsono dan Ir F Silaban untuk menyiapkan desain.

Ketua Tim Yuri Presiden Soekarno, kemudian memilih desain hasil rancangan Soedarsono.

Baca Juga: Tak selalu berdampak negatif, makanan gorengan juga punya manfaat kesehatan, asalkan

Dalam rancangannya itu, Soedarsono mengemukakan landasan pemikiran yang mengakomodasi lima kriteria dari panitia.

Soedarsono mewujudkan kriteria nasional dengan mengambil beberapa unsur saat Proklamasi Kemerdekaan RI, yaitu angka 17, 8, dan 45, sebagai angka keramat Hari Proklamasi.

Angka tersebut sebagai perwujudan revolusi nasional yang diterapkan pada dimensi arsitektur Tugu Monas Jakarta.

Kemudian, bentuk tugu yang menjulang tinggi menggambarkan Lingga dan Yoni. Bentuknya menyerupai alu sebagai lingga, dan wadah atau cawan berupa ruangan menyerupai lumpang sebagai yoni.

Baca Juga: Mengembangkan bisnis pertanian tak sekadar meningkatkan produktivitas

Alu dan lumpang adalah dua alat penting yang dimiliki setiap keluarga di Indonesia, khususnya masyarakat di pedesaan.

Sedangkan, Lingga dan Yoni adalah simbol yang menggambarkan kehidupan abadi.

Unsur positif dilambangkan oleh Lingga, dan unsur negatif dilambangkan dengan Yoni.

Hal tersebut sebagaimana adanya siang dan malam, laki-laki dan perempuan, baik dan buruk, merupakan keabadian dunia.

Halaman:

Tags

Terkini