pesona-kuliner

Ragam kuliner khas Makassar Sulawesi Selatan, ada Coto, Konro, Pallubasa, semuanya unik

Senin, 10 Juli 2023 | 08:17 WIB
Sulawesi Selatan menyimpan beragam kuliner yang mampu menggugah selera. (celebes.co)

Kuah sop yang gurih dan daging sapi yang empuk membuat hidangan ini menjadi favorit di kalangan masyarakat Makassar.

Makanan khas Makassar juga melibatkan hidangan laut yang lezat, seperti ikan bakar, cumi-cumi goreng, atau udang saus padang.

Hidangan-hidangan ini disajikan dengan cara yang sederhana, namun menghasilkan rasa yang otentik dan memikat.

Mencicipi kelezatan kuliner khas Makassar adalah pengalaman yang tak terlupakan.

Rasakanlah kehangatan dan keramahan masyarakat setempat saat Anda menikmati hidangan-hidangan lezat ini.

Baca Juga: 10 gedung pencakar langit di kota Jakarta, mana yang menurutmu mengesankan?

Dalam setiap gigitan, Anda akan terpesona oleh cita rasa yang khas dan unik dari kuliner Sulawesi Selatan.

Makanan khas Makassar bukan hanya sekadar tentang cita rasa yang lezat, tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya dan tradisi masyarakat setempat.

Di balik setiap hidangan terdapat cerita dan nilai-nilai yang melekat dalam pembuatannya.

Masyarakat Makassar memiliki keahlian khusus dalam mengolah bumbu-bumbu tradisional dan memadukan rempah-rempah untuk menciptakan harmoni rasa yang sempurna.

Kelezatan kuliner khas Makassar juga dapat dinikmati dengan harga yang terjangkau.

Baca Juga: Perahu Cadik Papua, koleksi masterpiece Museum Bahari Jakarta, didatangkan langsung dari Jayapura

Anda dapat menemukan hidangan-hidangan lezat ini di warung-warung pinggir jalan, rumah makan tradisional, atau pasar-pasar tradisional.

Suasana sederhana namun hangat dan ramah di tempat-tempat tersebut akan membuat Anda merasa seperti di rumah sendiri.

Selain hidangan-hidangan utama, Makassar juga terkenal dengan jajanan tradisionalnya.

Misalnya, pisang epe yang merupakan pisang matang yang diapit antara dua papan dan kemudian dipanggang hingga lembut.

Rasanya yang manis dan lembut sangat cocok untuk dinikmati sebagai penutup setelah menyantap hidangan utama.

Baca Juga: Pameran Art the Fact 2.0 HUT ke-46 Museum Bahari Jakarta, angkat tema penyebaran budaya Austronesia

Selanjutnya, ada juga pallu butung, sejenis kue tradisional yang terbuat dari beras ketan dengan isi kelapa dan gula merah.

Pallu butung memiliki tekstur yang kenyal dan rasa yang manis gurih.

Halaman:

Tags

Terkini