WartaPesona.com - Tari Pendet dari Bali saat ini sudah popular di banyak daerah di Indoenesia.
Tari Pendet dari Bali ini sering dipentaskan untuk menyambut tamu kehormatan pada acara-acara penting.
Kesenian tradisional khas dari Bali bernama Tari Pendet ini sering tampil dengan empat orang penari, bahkan bisa lebih dari delapan orang penari.
Pada tahun 1962, Tari Pendet bahkan pernah dibawakan oleh 800 penari yang khusus ditampilkan dalam upacara pembukaan Asian Games di Jakarta.
Di Yogyakarta, Tari Pendet juga menjadi kesenian Bali yang sering tampil sebagai ucapan selamat datang kepada para tamu kehormatan.
Saat kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga di Desa Wedomartani Sleman Yogyakarta, Rabu (5/7/2023), Tari Pendet juga ditampilkan untuk menyambut kedatngan sang menteri tersebut.
Menteri PPPPA Bintang Puspayoga mengunjungi Desa Wedomartani dalam acara Kunjungan Lapangan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak dari Delegasi ASEAN Women, Peace and Security (WPS).
Tari Pendet di Wedomartani tersebut dibawakan oleh empat orang penari, yang semuanya warga desa setempat.
Kesenian Bali di Desa Wedomartani cukup berkembang baik di desa itu, sebagai bagian keragaman budaya setempat yang didukung oleh pemerintah desa setempat.
Tetapi, mengapa tari pendet sering ditampilkan sebagai ucapan selamat datang dari setiap acara penting di banyak daerah?
Menilik sejarahnya, Tari Pendet ini memang merupakan tari selamat datang yang paling tua di antara tari-tarian sejenis di Pulau Bali.
Dilansir dari laman warisanbudayakemdikbud.go.id, Tari Pendet ini diciptakan pada tahun 1950 oleh dua seniman Bali, I Wayan Rindi dan Ni Ketut Reneng.