Menurut Guru Besar ISI Denpasar Prof Dr I Wayan Dibia, sejak dicipatakan itu Tari Pendet selalu menjadi acara pembuka dan selamat datang bagi para tamu kehormatan.
Tari Pendet dibawakan oleh penari wanita berpakaian adat. Masing-masing membawa bokor atau canang sari yang berisi bunga, wewangian dan lainnya.
Tarian ini diiringi musik gamelan gong, dan sellau ditarikan oleh minimal empat orang penari.
Sementara itu, pada awalnya Tari Pendet ini hanya dipentaskan di halaman pura pada upacara keagamaan Hindu.
Kata Pendet sendiri berarti tarian Bali, yang biasanya dibawakan pada pacara Dewa Yadnya untuk mempersembahkan sesaji. ***(KKT)
Artikel Terkait
Kesenian Asal Lampung: Kaya Akan Ragam Budaya dan Tradisi
Menjelajahi Kesenian Indonesia: Kesenian Daerah Asal Jawa Timur
Menjelajahi Keindahan Pulau Bali: Berbagai Kesenian Daerah yang Unik Asal Bali
Kesenian Daerah Jawa Barat Mengenal Wayang Golek, Tarling, Jaipongan, Batik Cirebon, Kuda Renggong & Sisingaan
Kesenian Asal Aceh: Memperkaya Budaya Nusantara
Valencia yang Memukau: Pesona Wisata, Kesenian, dan Kuliner yang Mengagumkan
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno Membuka Pesta Kesenian Bali ke-45 Tahun 2023