WartaPesona.com - Masjid al-Namirah atau Namira berada di kawasan perbatasan antara Al-Haram dan Arafah.
Nama Masjid Namira ini berasal dari nama salah satu dataran tinggi Arafah, yang dipercaya sebagai tempat terakhir Nabi Muhammad SAW menyampaikan khotbah.
Masjid Namira di dekat Arafah ini juga merupakan salah satu destinasi wisata ziarah di Arab Saudi.
Namun sebagai destinasi wisata ziarah, Masjid Namira tidak bisa setiap saat dikunjungi wisatawan.
Bahkan, setiap pengunjung harus melakukan ibadah umrah atau haji untuk bisa mengunjungi masjid bersejarah tersebut.
Masjid Namira yang berada sekitar 22 kilometer dari Kota Mekkah ini juga hanya dibuka pada Hari Arafah saat musim haji.
Masjid Namira yang berdekatan dengan Gunung Arafat ini dibangun pada masa kekhalifahan Abbasiyah abad 9 Masehi.
Dilansir dari situs resmi Otoritas Pariwisata Arab Saudi (Saudi Tourism Authority/ STA), Masjid Namira merupakan masjid terbesar kedua setelah Masjidil Haram di Mekkah.
Baca Juga: Destinasi wisata ala Jepang di Litle Tokyo Gunung Cilik Bantul, mirip Kota Okutama
Sebagai tempat yang selalu dikunjungi peziarah dari seluruh dunia, Masjid Namira ini telah diperluas hingga menjadi 110.000 meter persegi.
Di samping area luar seluas 8.000 meter persegi ditutupi kerai, sehinggga masjid dua lantai ini mampu memuat 400.000 orang.
Arsitektur Masjid Namira berciri khas gaya Islam dengan 6 menara masing-masing setinggi 60 meter, dan 3 kubah besar.
Terdapat 10 pintu masuk utama pada masjid ini, dan 64 pintu pendamping. Selain itu juga tersedia 1.000 kamar mandi, dan 15.000 tempat wudhu.