WartaPesona.com – Pola berwisata masyarakat Indonesia terus mengalami perubahan. Jika sebelumnya destinasi populer seperti pantai, gunung, atau pusat kota menjadi tujuan utama, kini muncul tren baru yang digemari generasi muda, yaitu snackpacking. Konsep ini mengajak wisatawan menjelajahi pasar tradisional untuk berburu aneka jajanan khas daerah sekaligus menikmati pengalaman budaya yang autentik.
Bagi Gen Z, snackpacking tidak hanya identik dengan wisata kuliner. Aktivitas ini juga menjadi cara mengenal kehidupan masyarakat setempat melalui interaksi dengan pedagang, suasana pasar, hingga ragam makanan tradisional yang menjadi identitas setiap daerah.
Selain memberikan pengalaman berbeda, biaya yang relatif terjangkau membuat tren ini semakin diminati. Konten kuliner yang menarik untuk media sosial juga menjadi salah satu faktor pendorong popularitasnya.
Baca Juga: Festival Ciliwung Diramaikan Pasar Rakjat Tempo Doeloe 25 Juli 2026
Sejumlah pasar tradisional di berbagai wilayah Indonesia kini menjadi tujuan favorit para pelaku snackpacking. Di Pasar 16 Ilir Palembang, pengunjung dapat mencicipi pempek kapal selam mini, kue maksuba, lapis kojo, hingga kemplang sambil menikmati suasana khas tepian Sungai Musi, seperti dikutip dari laman Kemenpar.go.id.
Sementara itu, Pasar Santa di Jakarta menawarkan pengalaman berbeda dengan perpaduan kuliner, komunitas kreatif, serta berbagai produk lokal yang diminati anak muda. Selain berburu jajanan, pengunjung juga bisa menemukan vinil, buku, hingga berbagai produk kreatif yang memberi warna tersendiri pada pasar tersebut.
Di Kalimantan Selatan, Pasar Terapung Lok Baintan menghadirkan sensasi berburu makanan langsung dari atas perahu. Wisatawan dapat menikmati berbagai kuliner khas Banjar sambil menyaksikan aktivitas jual beli yang berlangsung di atas sungai, tradisi yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.
Yogyakarta juga memiliki destinasi snackpacking melalui Pasar Ngasem, yang menawarkan aneka jajanan pasar, gudeg, hingga wedang. Lokasinya yang berdekatan dengan kawasan wisata Taman Sari membuat pengalaman wisata kuliner semakin lengkap. Sementara di Papua, Pasar Hamadi menyuguhkan aneka kuliner berbahan sagu, olahan ikan, serta kerajinan khas seperti noken yang memperkenalkan kekayaan budaya masyarakat setempat.
Lebih dari sekadar tren kuliner, snackpacking dinilai mampu membuka peluang baru bagi sektor pariwisata. Aktivitas ini mendorong penguatan pasar tradisional, memperluas promosi kuliner daerah, serta mendukung pertumbuhan UMKM. Dengan memadukan wisata, budaya, dan kuliner dalam satu perjalanan, snackpacking menjadi alternatif liburan yang murah, autentik, dan semakin relevan bagi generasi muda.***